BUANAINDONESIA.CO.ID, LHOKSEUMAWE – Panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudera Pasai H. Tgk. Zulkarnaini Bin Hamzah meresmikan Kantor BRA Aceh Utara di Jalan Banda Aceh – Medan Gampong Alue Awe Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe (19/10).
Acara peresmian tersebut juga dihadiri oleh Ketua BRA Provinsi Aceh, Perwakilan Muspida dan Muspika Lhokseumawe dan Aceh Utara, Ulama serta para tokoh masyarakat dimana acara tersebut berlangsung dengan hikmat dan sukses.
Pada kesempatanya Tgk. Zulkarnaini mengatakan, dengan adanya BRA di setiap kabupaten/kota, bisa mencegah konflik-konflik baru atau permasalahan baru yang akan timbul di Aceh, maka sangat perlu bagi kita, agar BRA ini terus berjalan sesuai yang diamanatkan dalam MOU Helsinki, dan kepada Bupati Aceh Utara untuk dapat fokus dan jangan asal-asalan melihat BRA ini, karena di Aceh Utara ini ada sekitar 4000 lebih korban konflik, syahid, dimana dalam satu keluarga ada yang meninggalkan anaknya satu orang bahkan ada yang sampai tujuh orang, dan mereka ini sangat memerlukan santunan melalui BRA.
Tgk. Zulkaraini mengatakan, untuk itu BRA dan Pemerintah pusat, Pemerintah Aceh dapat bekerja sama melakukan yang terbaik untk dapat mensejahterakan para kombatan, korban konflik dan Anak Yatim dengan adanya konflik maka adanya BRA karena ini merupakan milik masyarakat semua khususnya para korba konflik.
Sementara itu Ketua BRA Provinsi AcehFakhrurrazi Yusuf SE MSi kepada Media menerangkan, dengan adanya BRA ini sesuai Qanun dan Peraturan lainya untuk tahun ini program lanjutan kita sangat terbatas dan selanjutnya BRA ke depan akan berbasis data Base, saya ingin meluruskan itu dulu, sehingga tidak ada lagi tuduhan baik yang sudah menerima maupun yang belum menerima dan semua itu berpulang kepada Pemerintah kita serius tidak untuk mengurus ini semua, jelasnya.
Ketua BRA mengatakan, pada tahun ini kita melakukan beberapa program seperti pemindahan kuburan, bantuan becak bagi korban yang cacat, jaminan sosial bantuan anak yatim dan untuk rumah dalam tahun ini tidak ada dimana BRA Aceh pada ahun 2017 ini hanya mendapat kucuran dana sebesar 67 Milyar rupiah dan ada perubahan program pada tahun ini yang telah di setujui oleh Pemerintah, memang sangat kecil anggaran ang kita terima makanya ntuk tahun depan saya telah mengusulkan bagi BRA untuk dapat dibantu anggaran sebesar 1 Triyun Rupiah, terangnya.
Pantauan Media, BRA Aceh Utara juga menyalurkan santunan uang bantuan kepada 200 orang anak yatim yang berada di Kabupaten AcehUtara.








