LHOKSEUMAWE : BUANA ACEH.COM Sejumlah 11 penderita HIV/Aids di Kota Lhokseumawe telah meninggal dunia. Komisi Pemberantasan Aids (KPA) setempat terus melakukan sosialisasi dan gerakan pencegahan, Kamis 1 Desember 2016.
Sekretaris KPA Pemko Lhokseumawe, Miswar Ibrahim kepada Buana Aceh menjelaskan, pihaknya sedang menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga peduli, untuk mencegah Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). “Kita mengharapkan kasus di Lhokseumawe tidak menyebar lagi,” tegas Asisten Tata Praja Sekdako Lhokseumawe tersebut. Secara kumulatif HIV/Aids di Kota Lhokseumawe, periode 2005– September 2016 mencapai 37 kasus.
Dari kasus-kasus tersebut 11 orang diantaranya meninggal dunia. “Sebanyak 11 orang telah meninggal dunia,” ujarnya”
Penyebaran HIV di Kota Lhokseumawe, berasal dari luar daerah. Yaitu, melalui warga yang pulang dari perantauan. “Ketika pulang ke Lhokseumawe, mereka sudah menderita HIV,” jelasnya. Sehingga virus menyebar kepada kerabat dekatnya. Penyebaran tersebut, melalui darah dan hubungan seksual. Sementara, penyebaran akibat seks bebas dan penggunaan narkoba dinilai tidak terlalu menonjol.
Penyebaran HIV di Lhokseumawe menurut Miswar Ibrahim, sama dengan di daerah lain yaitu bagaikan fenomena gunung es. Sehingga KPA Lhokseumawe terus melakukan kampanye untuk mengantisipasi penyebaran HIV. Diantaranya, kampanye melalui media massa dan menurunkan petugas dalam masyarakat. “Kita juga memberikan pendidikan kepada pelajar di sekolah-sekolah,” tambah Miswar.
Setiap tahun KPA juga menyelenggarankan pemeriksaan HIV gratis. Kegiatan tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan hari HIV se-dunia, setiap tanggal 1 Desember. “Nanti tanggal 4 Desember 2016, kita adakan pemeriksaan HIV gratis di Lapangan Jenderal Sudirman, Lhokseumawe,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, panitia juga melakukan olahraga gerak jalan santai.










