Petani Disini Kurang Perhatian Pemerintah

10.079 dibaca

LHOKSEUMAWE, BuanaIndonesia.com – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Lhokseumawe menilai sektor pertanian masih kurang mendapat perhatian pemerintah daerah setempat. Para petani mengharapkan bantuan pihak ketiga umtuk bisa mengembangkan berbagai jenis palawija.

Ketua KTNA Lhokseumawe, H.Rusli MS kepada BuanaIndonesia.com mengatakan puluhan petani Meuria Paloh, Kecamatan Blang Muara Satu, Pemko Lhokseumawe membuka kebun palawija di sekitar bekas Jalan Line Pipa milik ExxonMobil. Mereka telah berhasil menanam bawang merah, jagung manis, kangkung dan beberapa jenis tanaman muda lainnya. Sebelumnya petani setempat telah menanam bawang merah dan jagung kedelai.

“Tanaman bawang merah, masih baru ditanam di sini,” kata Rusli

Lanjut Rusli, para petani disana juga mendapat pembinaan dari Bank Indonesia (BI). Selain benih, pihak BI Cabang Lhokseumawe juga membantu pemberantasan hama dan pupuk.

” Petani telah berhasil memanen lahan seluas 1 hektare,” lanjut Rusli.

Rusli menambahkan Petani membutuhkan, mesin pengolah tanah, sumur bor, bibit unggul dan drainase.

“ Kita telah mengusulkan kepada dinas terkait, namun tidak pernah terealisasi,” tambah Rusli

Sekitar 300 hektare lahan sawah baru terlantar. Menurut petani, kondisi tersebut terjadi akibat tidak ada tanggul sekita sungai Cot Trieng, air bebas masuk ke lahan warga. Sedangkan saluran pembuang tidak pernah dibangun di kawasan itu. Sehingga seluruh lawan sawah produktif rusak dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Bagaimana Menurut Anda?