LHOKSEUMAWE, BuanaIndonesia.com – Petani yang berada dipinggiran Lhokseumawe, mulai meninggalkan kebiasaan lama dari bertanama palawija, kini beralih mencoba tanaman lada, hal ini dilakukan karena para petani menilai lada mempunyai daya jual yang lumayan tinggi. Namun untuk mendapatkan bibit jenis tanaman ini mereka belum memiliki penangkaran permanen.
Jenis tanaman lada yang sesuai dikembangkan di kawasa Lhokseumawe, yaitu varitas Petaling 1. Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) setempat mencoba menanam varitas tersebut dan berhasil, menurut H.Z Rusli yang merupakan ketua KTNA, dalam satu batang bisa mendapatkan lebih satu kilogram lada, selain Petaling 1 sejumlah petani juga menanam jenis lada berdaun lebar.
Rusli berharap para petani bisa melakukan penangkaran bibit secara sempurna, karena sat ini para petani masih mengandalkan bibit dari luar, sementara penangkaran bibit belum bisa dilakukan akibat keterbatasan dana.
Para petani mengharapkan, pemerintah daerah membantu tempat penangkaran bibit lada yang permanen. Tempat pembibitan milik petani hanya beratap daun kelapa. Sementara tiangnya, terbuat dari batang kayu. Sehingga ketika turun hujan, tiang patah dan bibit lada tertimbun daun kelapa.










