BUANAINDONESIA.CO.ID, LHOKSEUMAWE – Masyarakat tidak usah takut dengan produksi nuklir, hal tersebut paparkan pada seminar Nasional yang berlangsung di gedung serba guna Kampus Politehnik Lhokseumawe, Kamis (2/10/2017).
Hadir sebagai pemateri dalam seminar Nasional tersebut, Prof. Drs Jazi Eko Istiyanto M.Sc.,Ph.D.,IPU, yang menjabat sebagai Kepala Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (BAPETEN) Dr Hizir yang saat ini menjabat Wakil Rektor 1 Universitas Syiah Kuala, dengan tema Cybersecury untuk Keselamatan dan Keamanan Nuklir.
Prof Razi memaparkan berdasarkan UU nomor 10 Tahun 1997, tentang ketenaganukliran salah satu tujuan pengawasan yang dilakukan BAPETEN adalah menjamin keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan hidup serta potensi bahaya radiasi.
“Dari itu melihat perkembangan pemanfaatan tenaga nuklir yang semakin pesat saat ini, BAPETEN tidak lagi hanya menitiberatkan pada tiga pilar pengawasan yaitu, peraturan, original dan teknologi informasi”. Katanya
Dirinya menambahkan, seiring kemajuan zaman, keberadaan teknologi informasi pengawasan tidak dapat dilepas dari fungsi BAPETEN. Potensi ancaman Via jaringan komputer bahkan pernah menghantui Indonesia Belum lama ini, ancaman tersebut telah jelas menyerang jaringan internal yang berdampak pada tidak berfungsinya sistem informasi.
Ancaman berbasis teknologi informasi yang kian marak saat ini Tentunya menjadi perhatian tersendiri bagi BAPETEN, potensi ancaman Pemanfaatan tenaga nuklir saat ini tidak hanya sebatas tenaga atom internasional atau IAEA pun kerap membahas isu krusial ini pada sidang tahunannya dimaksudkan agar segenap negara anggota Jangan pernah menganggap remeh masalah ini, terutama bagi negara-negara yang memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), paparnya.
Lanjut Prof Rozi, pentingya kalangan perguruan tinggi, khususnya Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), mengetahui hal ini agar tercipta pemahaman akan pentingnya sebuah aspek keselamatan dan keamanan nuklir di bidang teknologi informasi terutama terkait keamanan sistem informasi, dan keamanan jaringan sistem informasi pada gilirannya nanti kalangan perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan aplikasi sistem keamanan khususnya sistem keamanan nuklir dan memberikan informasi tentang aplikasi sistem keamanan nuklir, sekaligus memberikan peluang untuk ikut serta dalam menyelesaikan masalah keamanan nuklir saat ini.
“Guna merespon tantangan tersebut, Politeknik Negeri Lhokseumawe berusaha menyiapkan dengan berbagai perangkat salah satunya melalui kegiatan seminar nasional teknologi informasi komputer dengan mengangkat tema, ” membumikan teknologi informasi dan computer melalui pemanfaatan Cyber security dan big data”. tutupnya.








