PWI Bantu Fasilitasi Pemulangan Jenazah TKI Asal Aceh dari Negeri Jiran

11.209 dibaca
PWI Bantu Fasilitasi Pemulangan Jenazah TKI Asal Aceh dari Negeri Jiran

BUANAINDONESIA. CO. ID, LHOKSEUMAWE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara-Lhokseumawe bekerjasama dengan Gerakan Aceh Nusantara (GAN) memfasilitasi pemulangan jenazah TKI asal Aceh, yang meninggal Di Negeri Jerman, Malaysia.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebut, jenazah Abdul Salam (52), warga Gampong Lhok Meurbo, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara meninggal dunia di Malaysia pada Jumat (23/6/2017) lalu diduga akibat penyakit batu karang.

Ketua PWI Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara mengungkapkan, Pemulangan jenazah Abdul Salam sempat terkendala, karena pihak keluarga korban tidak memiliki biaya yang cukup. Namun, setelah dibantu dan di fasilitasi oleh GAN dan PWI Aceh Utara-Lhokseumawe, jenazah berhasil dipulangkan dari Malaysia pagi tadi, Rabu 28 Juni 2017.

“Kemarin (Selasa) kita kirim tim dari PWI Aceh Utara-Lhokseumawe untuk menjemput jenazah korban di Kuala Namu Air Port. Alhamdulillah sejak pukul 09.00 WIB pagi tadi, jenazah sudah diberangkatkan pulang ke rumah duka. Nanti malam insyaallah akan tiba,” kata Ketua PWI Aceh Utara-Lhokseumawe, Sayuti Achmad Rabu (28/6/2017).

Agar jenazah korban bisa dipulangkan ke tempat asalnya, kata Sayuti, Achmad, membutuhkan anggaran Ringgit Malaysia (RM) 5.500.

“Dari GAN sudah disalurkan RM 1000 dan dari Haji Uma (Anggota DPD-RI asal Aceh) RM 500. Sisanya RM 4000 untuk sementara kita tanggulangi sambil menunggu donatur lain, sehingga jenazah diizinkan pulang,” ucap Sayuti Achmad.

Hal itu dilakukan karena PWI merasa prihatin terhadap jenazah dan keluarga korban yang tidak memiliki biaya untuk membayar anggaran penanganan jenazah di sebuah rumah sakit di negeri jiran itu.

“Ini kita lakukan karena kita prihatin jenazah sudah 4 hari di Malaysia terkatung-katung tidak ada kepedulian dari pemerintah kita. Sehingga PWI Aceh memerintahkan PWI Aceh Utara-Lhokseumawe dan langsung kita kirim dua orang PWI. Memang PWI bukan organisasi sosial, tetapi kita tidak peka terhadap penderitaan rakyat,” ujarnya lagi.

Informasi lainnya yang diperoleh PWI, kata Sayuti Achmad, anggota DPR RI Sudirman atau Haji Uma akan mengunjungi rumah duka setelah jenazah korban dipulangkan. Namun mengenai waktu tiba jenazah di rumah duka belum diketahui persis.

Sementara itu, Staf Khusus Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Hasanuddin, sangat menyesali sikap Pemerintah Aceh yang terkesan menutup mata terhadap kejadian tersebut, di tambahkan seharusnya pemerintah Aceh (Gubenur) berupaya untuk pengembalian warganya bukan ormas, ormas hanya membantu pemerintah dalam upaya pemulangan bukan harus menanggung biaya pemulangan,

“seharusnya Gubernur memerintahkan dinas terkait untuk mengurus serta menanggung biaya pemulangan zona ah warganya yang meninggal di luar Negeri. apa lagi, mereka bekerja di luar Negeri karena minimnya lapangan kerja di daerahnya sendiri,” cetus Hasanuddin.

Bagaimana Menurut Anda?