BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDA ACEH -Kejurda Motorprix Seri 3, di Kabupaten Aceh Jaya, dilaksanakan hari Sabtu dan Minggu, 14 -15 Oktober, memukau perhatian penonton. Antusias masyarakat yang datang menonton tidak hanya dari Aceh Jaya saja, tetapi juga dari wilayah lain. Khusunya Barat – Selatan.
Pengunjung berjejal, penuh sesak, hadir saat ajang begengsi tersebut digela, sirkuit buatan komplek perkantoran Pemkab Aceh Jaya. Dengan harapan mereka dapat melihat langsung jagoan mereka saat berlaga adu nyali balap motor Kejurda 2017.
169 stater (pembalap) ikut serta dalam event ini, datang dari seluruh wilayah dalam Provinsi Aceh. Untuk menjadi pembalap tanah rencong terbaik di Pekan Olah Raga Aceh (PORA) 2018.
Salah satunya Reza Fahlevy, pembalap kebanggaan “Tanah Rencong”, pernah mengharumkan nama Bangsa Indonesia dalam kancah Balap Asia.
Reza kepada media ini, Selasa (17/10) menceritakan awal mula dirinya berjibaku di dunia otomotif. Khususnya balap motor, cerita dia.
Mengawal karirnya dari Grasstrack. Saat itu berusia 6 tahun. Masa itu balapan Grasstrack masih sepi, karena itu, ia pindah ke Road Race, Reza bertutur.
Banyak orang punya kegemaran membalap, tetapi sedikit yang bisa menjadi atlet. Dunia balap motor bukanlah dunia coba – coba, pesan dia.
Debut balapan dimulai Reza Fahlevy, saat duduk dibangku kelas 5 Sekolah Dasar. Selain hobi, dorongan dari keluargalah yang menjadi motivasi dan kecintaan saya di dunia balap, terang Reza.
Sehingga, ia mengaku ” bermetamorfosis “, mulai dari pembalap sepeda, saat ini sebagai pembalap sepeda motor. Memiliki segudang prestasi yang dikumpulkannya.
Tidak hanya lokal, tingkat Nasional dan Asia telah dijajalnya, termasuk event Kejurda Motorpric beberapa waktu lalu yang diikuti, pungkas dia.
Reza menyebutkan saat ini berada dibawah naungan tim binaan Bangau Racing Team, Banda Aceh. Ia berhasil menjuarai 3 kelas di event tersebut, kata dia.
Menjadi seorang pembalap tentunya tidak luput dari berbagai resiko. Kecelakaan kecil saat perlombaan dan latihan, sudah menjadi santapan bagi dirinya, tutup Reza.
Sementara Ferial Zulmi, dari Bangau Racing Team, menyampaikan, benar Reza Fahlevy, berhasil menjuarai 3 kelas, di Kejurda Honda Sonic seri ke 3, sirkuit buatan perkantoran Pemkab Aceh Jaya.
Ferial berharap dengan kemampuan skil balap yang dimiliki Reza Fahlevy, untuk kedepannya bisa mendapatkan tim pabrikan ataupun sponsor-sponsor. Sehingga Reza dapat bermain lagi di Kejurnas. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ujar ia.
Ferial menambahkan, Reza Fahlevy, masuk sebagai salah satu pembalap kebanggaan “Tanah Rencong” Provinsi Aceh.
“Dia pernah mengharumkan nama Bangsa Indonesia dalam kancah Balap Asia”, ungkap Ferial.
Saat itu terang Ferial, Reza Fahlevy pernah mengikuti Asia Talent Cup. Ajang tersebut merupakan rangkaian kejuaran balap motor internasional.
“Digelar bersamaan MotoGp di Sirkuit Sepang, Malaysia, Oktober 2015, Dua tahun lalu”.
Asia Talent Cup diselenggarakan manajemen MotoGp, serta Federasi motor internasional atau FIM, pungkas owner Cv. Atha Rent Car.
Hal senada juga disampaikan Suhardi. Selama ini sponsor tetap Reza Fahlevy, Cv. Adi Bangau body repair asuransi. Adi mengaku sebagai owner di perusahaan tersebut.
Selain dirinya, kata Suhardi, Cv. Atha Rent Car juga sebagai sponsor utama, Reza Fahlevy, ownernya ditempat tersebut Ferial Zulmi. Adalagi sponsor – sponsor lainnya, seperti My Stel, dan Ayam Sambel Setan, ungkap owner Cv. Adi Bangau.
Bangau Racing Team, tempat Reza Fahlevy bernaung berharap, kedepan atlet binaan, Bangau Racing Team, bisa mendapatkan perhatian khusus.
“Baik dari pemerintah maupun tim pabrikan yang bisa menampung dan menyalurkan bakat atlet kita”, tegas Adi.
Sehingga kita dapat membina atlet – atlet muda yang berbakat lainnya, demikian Adi. B dan Ferial Zulmi, salam olah raga, tutup mereka.








