BUANAINDONESIA.CO.ID, CALANG – Ketua Koordinator Solidaritas Aceh Jaya Peduli (SAYAP) Munandar. mengatakan, Yerusalem tetap sebagai Ibukota Palestina, “kami selaku umat muslim yang berada di Aceh Jaya, menolak keras pendapat yang disampaikan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat tersebut”. Kata Munandar saat berlangsungnya aksi penggalangan dana untuk Palestina, Selasa (19/12) sore, di jalan lintas Aceh Jaya – Banda Aceh, Gampong Kulam Merisi, Kecamatan Krueng Sabee.
“Yerusalem adalah Ibukota Palestina sampai dengan saat ini. Dan masih diakui oleh seluruh umat muslim dan negara muslim di dunia”, tambahnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, untuk membantu saudara muslim disana, pihaknya melakukan aksi penggalangan dana yang dimulai hari kemarin, yang direncanakan akan berlangsung selama dua minggu. “Kami menargetkan, dapat mengumpulkan dana diatas dua puluh juta”.tandasnya.
Karena, sebut ia, waktu saat penggalangan dana kepada muslim Ronghiya, beberapa bulan lalu, pihaknya berhasil mengumpulkan dana sebesar dua puluh juta.
Insyaallah, ucap Danil optimis, untuk Palestina kami mampu menggalang dana lebih dari nilai yang kami dapat saat aksi Ronghiya dahulu.
Kepada Pemerintah Aceh dan Pusat, harap Danil Munandar, agar peka menanggapi isu ini. Indonesia adalah mayoritas negara muslim tersebesar di dunia, dan Palestina adalah saudara muslim.
“Kepada masyarakat Aceh Jaya, mari bersama – sama kita saling membantu dalam hal memberikan sedikit sumbangsih dana kepada saudara – saudara kita. dan terus mendoakan kepada saudara kita yang tengah berjuang di Palestina sana”, tutup Danil.
Penggalangan dana ini, turut melibatkan para siswa – siswi dari beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Aceh Jaya.








