Sedot Anggaran Rp 4 Milyar, Pengaspalan Jalan Sumber Mukti Aceh Singkil Diduga Asal Jadi

16.274 dibaca

BUANAACEH.COM, ACEH SINGKIL – Demi mendukung prioritas nasional serta percepatan dan perluasan kwalitas infrastruktur, pemerintah Provinsi Aceh sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki ( mengaspal ) akses jalan kabupaten di Desa Sumber Mukti, Kecamatan Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil bahkan harus menggelontorkan anggaran Milyaran Rupiah demi kepentingan hajat hidup orang banyak di daerah itu.

Akan tetapi, sangat disayangkan ketika Pemerintah mengambil kebijakan untuk Pengaspalan jalan itu tidak sebanding dengan kwalitas infrastruktur, yang diduga dikerjakan ‘asal jadi’ sehingga masyarakat merasa kecewa.

Menurut warga setempat yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, Pekerjaan ini selesai pada akhir bulan Desember 2016 yang lalu, sekitar 2 Minggu selesai pekerjaan aspal sudah terlihat retak seribu dan sebagian aspal sudah terkelupas. Masyarakat disana  menyesali sikap pihak rekanan dan pengawas yang diduga tidak serius dalam melaksanakan proyek ini sehingga milyaran anggaran yang salurkan pemerintah menjadi sia-sia.

“Mulai awal sampai selesai pekejaan tidak ada terpasang papan nama proyek, ini salah satu bukti ketidak seriusan kontraktor dan pengawas. Apa gunanya pemerintah mengeluarkan uang milyaran rupiah untuk membiayai pengaspalan jalan dan pengawas? kalau fakta dilapangan mutu dan kwalitas tidak terjamin”. Sesal warga setempat, Minggu 12 Februari 2017.

Ia berharap, agar pemerintah dan instansi terkait untuk lebih meningkatkan pengawasan bila perlu ditindak tegas bagi mereka yang dengan sengaja mempermain dianggaran pemerintah yang begitu besar, agar seluruh proyek pembangunan baik Fisik juga infrastruktur di Aceh Singkil dapat terselesai dengan baik juga bermutu dan kwalitas.

Pantauan BUANAACEH di lokasai, Proyek peningkatan jalan Sumber Mukti – Mukti harapan CS, yang tendernya dimenangkan oleh PT. BLANG KAMO INTERNUSA, menyedot anggaran pemerintah Rp 3.925.545.000 (APBA tahun 2016) dengan kode lelang 806508, ditambah dengan Biaya Supervisi Jalan Sumber Mukti -Mukti Harapan CS, Rp. 118.000.000, oleh CV. BINTANG MANDIRI CONSULTANT, kode lelang 874508, sesuai hasil penelusuran di situs LPSE Aceh Singkil Tahun anggaran 2016.

Pengaspalan jalan, yang anggarannya bersumber dari Anggran pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2016 lalu terkesan dikerjakan ‘Asal Jadi’. Alasannya, Aspal yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan sudah berlobang dan bergelombang, sehingga patut diduga pekerjaan tidak sesuai Spek dan adanya persekongkolan antara rekanan dan pengawas. sampai berita ini terbit belum ada pemeliharaan.

Jauh sebelumnya, pihak rekanan, melalui pengurus bagian lapangan, Taurus, menyebutkan. Proyek ini dilaksanakan oleh PT. WIRATAKO, yang digadang-gadangkannya milik Bupati Meulaboh, HT Alaidinsyah yang akrab dikenal dengan panggilan H Tito.

“PT. WIRATAKO ini milik Bupati Meulaboh, Pak Tito”. Ujar Taurus dilokasi proyek tersebut.

Taurus menambahkan, Pengaspalan jalan ini ada di 2 titik, yakni, di Desa Sumber Mukti Kecamatan Kota Baharu dan Desa Mukti harapan Kecamatan Singkohor.

“Sekitar 1 km ( kilo meter ) di Mukti Harapan dan 1km di Desa Sumber Mukti. Anggaran nya saya tidak tahu, langsung saja kedinas pekerjaan umum ( PU ) Singkil”. Katanya.

Pada Hari Selasa 13 Februari 2017 setelah melihat kondisi jalan di beberapa sisi sudah terlihat hancur, Wartawan BUANAACEH, Kembali  mencoba Melakukan komfirmasi Taurus, melalui nomor handphone dan What’s app selulernya, terkait kondisi jalan tersebut, namun taurus tidak menggubris telpon dari Media.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aceh Singkil, Ir Muzni, melalui Kabid Bina Marga, Armayadi, yang sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek ini, Selasa 14 Februari 2017 menyebut. Pekerjaan itu memang kurang maksimal, dikarnakan waktu pelaksanaan kegiatan musim hujan, dan kondisi jalan pada masa itu licin, tapi masa pemeliharaannya masih ada dan kita sudah sampaikan kepada pihak rekanan ( PT.WIRATAKO ).

“Kami sudah cek kelapangan, memang benar kondisi aspalnya sudah berlobang dan sudah saya sampaikan kepada pak Heri untuk segera memperbaikinya”. Cetusnya.

Bagaimana Menurut Anda?