Wakil Walikota Subulussalam Sampaikan Pidato Menteri Pendidikan ini Isinya

9.559 dibaca
Wakil Walikota Subulussalam Sampaikan Pidato Menteri Pendidikan ini Isinya

Wakil Walikota Subulussalam Sampaikan Pidato Menteri Pendidikan ini IsinyaBUANAINDONESIA, ACEH – Wakil Walikota Subulussalam Drs.Salmaza pimpin Peringatan Hari Pendidikan Nasional ( HARDIKNAS) tahun 2017 yang jatuh setiap tahun pada tanggal 2 Mei. Acara dilaksanakan di lapangan Sada Kata Komplek Perkantoran Setdako, dengan  tema “Percepat Pendidikan Yang Merata dan Berkualitas”.

Peringatan Hardiknas kali ini dihadiri oleh seluruh unsur Muspida Plus Kota Subulussalam,PNS dan insan guru se Kota Subulussalam.

Wakil Walikota Subulussalam Drs.Salmaza membaca pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Muhadjir Effendy, menyampaikan masyarakat harus dapat merasakan pendidikan yang berkualitas yang merata. Setiap individu harus bisa mencerdaskan bangsa sesuai yang diamanatkan UUD 1945.

Atas nama pemerintah menyampaikan pengharagaan setinggi tingginya kepada seluruh insan guru. Penyelenggaraan pendidikan harus berkelanjutan berpadu dan berakar dibumi tempat diselenggarakannya pendidikan.

Pendidikan harus berlangsung di tiga lingkungan yaitu dalam keluarga, sekolah dan lingkungan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ajaran Ki Hadjar Dewantara “ing ngarso sung tuladha,ing madya mangun karsa,tut wuri handayani yang berarti,didepan menjadi teladan,ditengah membangun semangat,dari belakang memberikan dorongan.Masing masing memiilki arti dengan kata lain, jika kamu seorang pemimpin, jadilah teladan bagi orang-orang di sekitarmu. Di tengah membangkitkan kehendak. Jadi saat ini, di tengah kesibukan kamu juga harus mampu membangkitkan atau menggugah semangat bagi orang-orang di sekitarmu.Dan di belakang memberikan semangat. Jadi, seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan yang dimaksud adalah motivasi dan semangat bagi orang-orang sekitar.Jadi dalam menjalankan pendidikan jangan sepenggal-penggal menerapkan tiga laku Ki Hajar Dewantara tersebut.Apalagi saat ini telah terjadi krisis keteladanan dalam dunia pendidikan.Masa depan Indonesia terletak pada pendidikan generasi masa kini.

Dalam rangka mewujudkan keinginan tersebut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bersiap reformasi pendidikan nasional baik pada tataran Konseptual maupun manajerial.Hanya dengan karakter yang kuat (Konseptual) dan kemampuan berdaya saing tinggilah (manajerial) peserta didik masa kini mampu bersaing dan mampu membawa bangsa Indonesia berdiri tegak diantara bangsa bangsa maju didunia.

Reformasi juga akan dilakukan dalam hal waktu belajar di satuan pendidikan, pengorganisasian pelajaran dan kegiatan belajar,tugas tanggung jawab dan peran guru tenaga pendidikan.Termasuk reformasi peran Kepala Sekolah sebagai manager sekolah,komite sekolah,dan juga pengawas sekolah.Reformasi pendidikan pada tataran aksi,ditandai dengan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter ( GPPK ), Gerakan Literasi Nasional ( GLN ).

Reformasi pendidikan nasioanl tersebut membutuhkan proses jangka panjang,sehingga perlu dilaksanakan secara sistematis,prosedural,dan bertahap serta dukungan semua insan dunia pendidikan bahkan warga bangsa Indonesia.

Artinya seluruh anak cucu bangsa indonesia bisa mnegenyam pendidikan berkualitas pada satu sisi dan disisi lainnya bangsa Indonesia mencapai kemajuan dan keunggulan dari bangsa-bangsa lain.

Pada Hari Pendidikan Nasional 2017 saat ini,mari kita singsingkan lengan baju untuk menggerakkan reformasi pendidikan nasional demi anak cucu bangsa Indonesia.

Acara ditutup dengan paduan suara dari siswa-siswi SMPN  2 Motong dan pembacaan puisi dari siswi berprestasi.

Bagaimana Menurut Anda?