Wakili Aceh, Dua Pemuda Penerima Beasiswa Dari Senator ini, Berangkat Menuju Malaysia

14.242 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDA ACEH – Dua Pemuda Aceh, Ikhsan dan Wulan Febria,  yang mendapat Beasiswa dari Senator DPD RI, Fachrul Razi, MIP, berangkat menuju Malaysia, Minggu (24/Juni/2018), Pukul 08.00 WIB, via Bandara Internasional Sulthan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Menurut data yang diterima, buanaindonesia.co.id, kedua orang pemuda tersebut menuju Malaysia, dalam rangka mengikuti 18th Melaka, Malaysia dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Worl Assembly Of Youth Dialog (18th MIYD) yang berlangsung dari tanggal 24 — 28 Juni 2018.

Keberangkatan Ikhsan, dan Miranda Wulan Febria, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, yang mewakili dari kader Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) ini, diutus dan dibiayai langsung oleh Senator asal Aceh, H. Fachrul Razi, M.IP. Kedua mahasiswa ini, akan berbicara di dialog Pemuda Internasional mewakili Indonesia.

Kegiatan yang bertemakan “Youth Engineering a Sustainable Urbanization”, akan berlangsung beberapa hari, yang pesertanya dihadiri oleh berbagai negara dari kalangan pemuda, pemimpin muda, para pemangku kepentingan seluruh dunia untuk membahas isu-isu kepemudaan dan terkait urbanisasi berkelanjutan.

Sementara, Senator Fachrul Razi, kepada media ini mengatakan, dirinya sangat mendukung kegiatan kepemudaan seperti itu, Dan ia berharap nantinya para utusan itu dapat membawa pulang rekomendasi – rekomendasi yang dibahas untuk kemajuan dan pengembangan pembangunan berkelanjutan, khususnya untuk Aceh dan umumnya Indonesia, “Kita sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini dan perlu kita tingkatkan lagi kedepan dalam upaya mempersiapkan pemuda-pemuda Aceh yang memiliki wawasan internasional dan mampu bersaing didunia global kedepan untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan”. Katanya.

Selain itu, Fachrul Razi menambahkan, dalam mencapai urbanisasi berkelanjutan akan sangat penting peran pemuda sebagai pionir dalam pergerakan dan perancangan dalam segala aspek, “Karena mengingat negara – negara di dunia, khusnya Indonesia, pada tahun 2030 akan mencapai bonus demografi. Dimana peran pemuda sebagai penentu dalam segala aspek kehidupan, begitu juga peran pemuda sejalan dengan hasil rumusan sidang Umum PBB atau UN Habitat III di Quito, Ekuador beberpa waktu lalu dalam perumusan target PBB tentang pembangunan berkelanjutan (SDGs)”, terang Fachrul Razi

Dirinya juga berharap, dengan rekomendasi-rekomendasi yang dibawa pulang nantinya dapat berguna untuk pembangunan Aceh, “kita juga berharap, pihak Pemerintah Aceh sendiri bersedia mengajak dan merangkul para utusan ini kedepan untuk sama – sama bekerja sama dalam upaya mewujudkan Smart City dan Green City kedepan di Aceh, dalam upaya meninggalkan ketertinggalan”, tutup Pendiri Sekolah Pemimpin Muda Aceh.

Bagaimana Menurut Anda?