BUANAACEH.COM, ACEH JAYA – Panwaslih, polres dan Dandim Aceh Jaya memediasi keributan antara massa PA dan Golkar pasca pengejaran kader PA oleh pendukung golkar Krung Sabe dengan parang, Kamis 3 Oktober 2016 jam 23.00 di kantor panwaslih Aceh Jaya di Calang.
Didalam acara lerai tersebut para pendukung partai Aceh, tidak mempersoalkan tentang pembakaran bendera partainya yang dilakukan oleh pendukung Yah Gam dari partai Golkar, tetapi yang membuat massa PA marah adalah perkara pendukung Yah Gam mengejar kader partai Aceh dengan senjata tajam (parang).
” Kami tidak akan terima perbuatan mereka yang sudah sangat keterlaluan. Kami mohon pihak kepolisian dan panwaslih Aceh Jaya segera menindak tegas kepada pelaku kejahatan ini” ucap Muslem HS, salah satu massa PA.
Muhadi,SE selaku ketua panwaslih Aceh Jaya menyerahkan kasus pengejaran dengan senjata tajam untuk ditangani kepolisian, karena ini sudah menjurus kepada kriminal. Panwaslih hanya menangani pelanggaran yang bukan bersifat kriminal. “Biarlah kepolisian yang menangani kasus kriminal ini, karena ini memang wewenang kepolisian.” kata Muhadi,SE.
Ketika Buana menanyakan, apakah kasus seperti ini bisa berakibat kepada calon kandidat yang bersangkutan? ” Bisa. Bisa saja kasus-kasus seperti ini membawa akibat kepada calon kandidat yang bersangkutan. Jika kasusnya berat bisa saja calon digugurkan untuk maju sebagai calon. Karena ini merupakan sanksi hukum terhadap calon atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan para timses calon dimaksud. Kita akan lihat proses yang sepenuhnya wewenang kepolisian. Dan polisipun sedang memeriksa saksi-saksi terkait kasus pengejaran dengan parang oleh pendukung Yah Gam terhadap kader pendukung T.Irfan TB. demikian kata Muhadi kepada Buana di kantornya, di Calang, seusai peleraian kedua pihak yang bersengketa. Kita akan menunggu hasil pemeriksaan oleh polisi reseskrim polres Aceh Jaya, hari ini.” Katanya.










