ACEH KEMBALI BERDUKA

14.589 dibaca

BUANAACEH.COM, ACEH OPINI – Baru seumur jagung Aceh menikmati ketenangan dan kedamaian,pasca konpilk senjata dan tsunami, kini Aceh kembali menangis dalam duka yang teramat dalam, atas berbagai bencana. Padahal Allah telah memperlihatkan MURKANYA di Israel. Api yang baru- baru ini seakan datang dari neraka melanda Israel karena Yahudi Nasrani di Timur Tengah melarang ummat islam memasang pengeras suara di mesjid Al Aqsha, hari ini Bencana Gempa berkekuatan 6.5 SR mengguncang bumi serambi mekkah, yang berpusat di Pidie Jaya dan Bireuen. Bukankah ini pertanda Allah telah Murka kepada penduduk bumi yang sudah lupa kepada NYA?

Bisa jadi pihak ahli astronomi dan beologi beralasan bahwa gempa bumi hanya sebatas bencana alam, tapi menurut islam setiap bencana itu adalah Teguran Allah. Masih bersyukur jika bencana ini sebuah teguran, tapi bagaimana jika hal ini sudah sebuah KUTUKAN yang Allah lemparkan kepada penduduk bumi yang semakin lupa diri dan terhanyut dalam berbagai kemaksiatan dan kezaliman.

Contoh yang sangat sederhana dan simpel adalah hujan deras yang tidak pernah henti di Aceh Jaya sepanjang pertengahan tahun 2016, yang mengakibatkan Aceh Jaya banjir,  dan dikuti oleh kabupaten Aceh Singkil. Penembakan terhadap Timses partai Aceh di Idi, Aceh Timur oleh OTK. Gempa bumi di Pidie Jaya dan Bireuen hingga merenggut puluhan korban jiwa dan milyaran korban harta, apakah tidak cukup bukti kepada ummat islam untuk merenung dan berfikir, pertanda apakah ini?

Kondisi aman dan tentraman yang selalu katanya kondusif di Aceh membuat tanda tanya publik, benarkah Aceh telah aman? Apalagi penambahan polisi BKO untuk menjaga Aceh tentram dan damai menghadapi pilkada serentak 2017, seperti kayaknya tidak berfungsi. Buktinya penembakan seorang ayah yang didepan mata anaknya, di Idi Aceh Timur, menjadi bukti nyata bahwa kondisi Aceh semakin kacau walau sudah ada BKO. Dengan kata lain, penempatan polisi BKO ke Aceh tidak membuat Aceh tenteram, selama masyarakatnya masih belum menyadari bahwa Allah Sedang Murka kepada penduduk bumi yang sudah diluar batas.

Sekalipun polisi belum bisa memastikan apa motif dibalik penembakan di Idi, namun secara garis besar yang terlihat, bahwa nyawa masih belum punya harga di Aceh, tak ubahnya masa konplik bersenjata dulu. Demi kepentingan pribadi atau kelompok, nyawa bisa melayang. Trauma masyarakat akan ketakutan semakin besar, yang seharusnya masyarakat sudah bisa tenteram dan nyaman.
Aceh benar benar sedang berduka lagi.

Hari ini, Aceh kembali berduka karena gempa yang menguncang Pidie Jaya dan Bireuen sungguh membuat seluruh dunia menangis. Gempa yang terjadi sekitar jam 05.00 dini hari disertai gempa susulan sebanyak 11 kali dengan kekuatan yang dratis menurun sampai pada 4.3 SR pada jam 08.30.

Menjelang jam 15.30 WIB, hari ini, Rabu 8 Desember 2016, korban gempa berskala 6.5 SR di Pidie Jaya, tepatnya di pusat kota kabupaten, Merdu dan Ulee Gle, menelan  korban jiwa yang meninggal telah mencapai 58 jiwa, 70 korban luka-luka fatah dan 122 luka ringan yang  sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat dan bahkan ada yang dilarikan ke rumah sakit RSUZA, Banda Aceh. Menurut data GMPdan LSM pidie Jaya, Aceh, masih ada bangunan yang sedang dibongkar yang runtuh akibat gempa, khusus di kabupaten Bireun 2 orang meninggal dan dan 30 luka-luka. Walau masyarakat telah dievakuasi ke kamp dan tenda pengungsian sementara, menjaga kemungkinan ada gempa susulan. Namun yang perlu direnungi bahwa gempa bumi di Aceh bukan sekedar bencana alam, tapi bisa jadi sebagai teguran dan kemungkinan juga kutukan dikarenakan Allah telah Murka atas ulah manusia itu sendiri yang telah lupa kepada NYA.

Jika sudah sedemikian Allah memperingatkan, namun kita masih ingkar, maka benar-benar manusia ini telah ingkar kepada Allah dan terimalah azab Allah atas prilaku kita sendiri. Para ulama sebagai panutan ummat, terkadang telah bosan memperingatkan ummat yang sudah sedemikian zalim, dan para kaum hawa telah berani dengan terang-tetangan membuka aurat dan memaparkan tubuh moleknya di dunia maya dan tempat umum, padahal dia seorang muslim. Juga para pengejar politik, dengan tanpa ragu dan tanpa takut dia bisa berbuat apa saja demi kepentingan politiknya, termasuk membunuh dengan kejam dan keji. Kafe- kafe maksiat juga masih bebas  berkeliaran di bumi bersyariat islam (Aceh), ini pula tunggu Azab Allah.

Bukankah ditulisan lalu penulis sudah memaparkan lewat tulisan opini, *Kebakaran Israel Bukti Allah Murka” Dengan jelas di alinea terkhir menulis bahwa Allah akan menghendaki kepada yang diinginiNYA. Mungkin kali ini Israel, bisa jadi esok lusa giliran negara lain, bahkan Aceh sekalipun. Hari, ini ternyata Allah memperlihatkan kuasa dan Murka NYA di propinsi Aceh, kabupaten Pidie Jaya dan kabupaten Bireun. Masihkah kita belum menyadarinya?

Hai…..saudaraku ummat Islam.
Janganlah kau ciptakan kerusakan dimuka bumi dan sadarlah atas kezaliman yang telah kau perbuat, bertaubatlah, karena kehidupan mewahmu di dunia fana hanya sejenak. Pangkat dan jabatanmu yang menjanjikan, kekuasaanmu yang penuh wewenang, mamfaatkanlah dijalan yang benar. Karena betapapun kau kejar, kautanggkap dan kauraih kemewahan ini, bila tanggungjawabmu kau abaikan, dan wewenangmu kau salah gunakan, maka azab Allah begitu besar kepadamu disertai mushibah yang  menimpa saudara-saudaramu, tetanggamu bahkan rakyatmu yang tidak berdosa. Mungkin hari ini menimpa saudara kita di Pidie Jaya dan Bireuen, bukan tidak mungkin esok atau lusa Allah akan menegur dan mengutuk di tempat lain. Maka segala kejadian yang telah kita lihat, kita rasa menjadi cambuk dan petunjuk bagi yang beriman, agar kembali ke jalan Allah apabila tingkah, perbuatan dan kekuasaan kita telah melenceng dari garis agama.

Diakhir tulisan, penulis hanya memohon kesadaran kita bersama untuk jangan membuat kerusuhan dimuka bumi. Ciptakanlah suasana yang aman dan damai disertai dengan prilaku masyarakat Aceh yang islami, jauhi maksiat agar Murka Allah jangan diberikan kepada ummat islam, apalagi ummat Islam di bumi Serambi Mekkah yang bersyariat islam. Amin. Ya Allah.

Bagaimana Menurut Anda?