LANGSA, Buanaindonesia.com- Warga relokasi dari pulau terpencil (Gampoeng Pusong) kecamatan Langsa Barat, yang mulai terkikis ombak pantai, akan segera menempati rumah lanjutan tahap ke 3 bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dari anggaran APBN.
Proyek tersebut, di kerjakan PT. Meugahna Liengke dengan pagu Rp 5 Milyar lebih, saat ini sudah rampung 100 % dalam masa pemeliharaan. Kuasa Direktur perusahaan Hanafiah, Jum’at (4/3) menyebutkan, ‘bangunan sudah siap 10%, namun sebelum diserahkan menyerahkan ke pemerintah Kota Langsa, untuk di teruskan kepada penerimanya, pihak rekanan sudah duduk dengan tokoh masyarakat Kampueng dan pihak pengawas dari dinas PU Langsa.
“Kita sudah cek dan data semua unit rumah, memang ada yang keramiknya pecah, itu sudah kita perbaiki, ini sedang di kerjakan, di lapangan ada 3 orang tukang kita yang sedang memperbaiki, kita dari pihak rekanan punya tanggung jawab moral untuk memperbaikinya, kita buat yang terbaiklah untuk masyarakar, ‘ujar Hanafiah.
Sementa itu, ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Provinsi Aceh M. Abubakar menyebutkan pembangunan rumah relokasi untuk warga Desa Pusong, di Gampoeng Lhok Bani kecamatan Langsa Barat sudah sesuai spek, ‘kekurangan pasti ada, tapi kekurangan itu saat ini terus di perbaiki oleh kontraktor pelaksana.
“Lebih lanjut Abubakar menambahkan, ‘pihaknya sangat mengapresiasi langkah langkah yang di tempuh oleh kontraktor pelaksana. artinya, sebelum mereka menyerahkan kunci, pihak rekanan lebih dulu memanggil tokoh masyarakat setempat dan pengawas dari Dinas pekerjaan Umum (PU) Langsa, untuk mengecek kekurangan dari bangunan tersebut. Hal itu menunjukkan, mereka sangat bertanggung jawab, dalam hal memberikan yang terbaik, bagi penerima rumah bantuan itu nantinya,” pungkas Abubakar.
Editor: M. Ab.








