Pembangunan Gudang Desa Goha Belum Juga Rampung, Ada Apa?

15.240 dibaca

BUANA ACEH.COM, ACEH SINGKIL – Pembangunan  gudang  Desa Guha, Kecamatan Simpang kanan, Kabupaten Aceh Singkil, yang bersumber dari anggaran perbelajaan negara  negara (APBN) tahun 2016, sampai saat ini belum selesai di kerjakan.

Amatan BUANAACEH, Senin 13 Februari 2017, di Desa Guha, banyak masyarakat yang mempertanyakan tentang lambannya proses pembangunan gudang di desa mereka, serta pengerjaannya bangunan tersebut yang terkesan asal jadi, pasalnya pengecoran slop bagia atas di perkirakan hanya berukuran 20 cm saja, dan bahan kayu untuk bantalan ukuran nya di luar batas standar.

Menurut pengakuan beberapa warga pembangunan gudang milik Desa Goha, di kelola sendiri oleh kepala desa, sementara
tim pelaksana kegiatan (TPK) yang ada di  desa tersebut  hanya sebagai formalitas saja, alasanya seluruh pengadaan barang serta matrial juga dilakukan oleh kepala desa.

sementara sekretaris desa, Sah Makmur Tumangger, saat di konfirmasi Media 12 Februari 2017, di kediamannya, menyebutkan ,” Keterlambatan rampungnya pembangunan gudang di desa Goha di akibatkan oleh faktor Alam, selama ini curah hujan sangat tinggi, sehingga  pasokan matrial sangat sulit di datangkan, kondisi jalan sangat licin dan keadaan tersebut yang menjadi kendala kendala buat kami,”kata  sekdes.

Sementara itu keterangan Tokoh masyarakat disana kepada Media”, Bila keterlambatan tersebut di akibatkan oleh curah hujan yang tinggi itu tidak masuk akal, itu hanya alasan mereka, kami merasa masyarakat sudah tidak percaya lagi terhadap alasan-alasan yang mereka lontarkan.

Menurut Warga sebelumnya Kepala desa Goha juga sudah pernah dilaporkan warga ke Pemerintah Kecamatan, terkait pengadaan tanah untuk  pembangunan kantor desa, yang diduga mark,up,  namun sampai saat ini tuntutan mereka belum tuntas,”  warga di sana resah dengan  banyaknya permasalah di desa mereka, yang sampai saat ini belum terselesaikan, sepertinya Kepala Desa selalu metutup-tutupi permasalahan yang ada di Desa Goha, mungkin juga kerna desa kami jauh dari jangkauan instansi terkait,” ungkap salah satu tokoh masyarakat guha yang berinisial MS.

Bagaimana Menurut Anda?