BUANAINDONESIA.COM ACEH- Kali ini geliat perkembangan Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) sudah sampai ke Provinsi Aceh, dimana Kota Subulussalam sebagai pionernya. Kamis 30 Maret 2017 sekira pukul 10.30 wib,Sekjend Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Republik Indonesia(DPP PWRI) Zulfikar Taher,SH,SPdI telah melakukan Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang PWRI (DPC) Kota Subulussalam periode 2015-2018 di aula/gedung serbaguna pendopo Walikota Subulussalam.
Acara diawali dengan peragaan tarian Ranup Lampuan oleh sanggar tari SMP Muhammmadiyah dan ditutup pula oleh mereka dengan tarian Mumang.Kegiatan Pelantikan tersebut dihadiri oleh Walikota Subulussalam Merah Sakti,SH,Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Milyardin,Wakil Ketua DPRK Fajri Munte,Kajari Singkil Irwansyah,SH dan seluruh unsur Muspida Plus Kota Subulussalam.
Walikota Subulussalam Merah Sakti,SH dalam arahannya menyampaikan peran media sangat besar dalam penyampaian informasi kepada dunia tentang segala hal yang terjadi dikota ini.Seperti tingkat pembangunan sarana danprasarana,pembangunan ekonomi,kriminalitas,seni dan budaya.Jadi jangan kita salah menilai peran rekan-rekan pers.Mereka berjasa dalam peran fungsi control social dalam proses pembangunan itu sendiri agar pembangunan berjalan sebagaimana mestinya. Saya sampaikan dihadapan seluruh SKPK yang hadir hari ini “agar jangan alergi dengan keberadaan rekan-rekan wartawan baik cetak,elektronik dan sebagainya” ujar Walikota.Kami meminta kepada DPP PWRI agar menyampaikan kepada Panglima TNI dan Kapolri agar segera mempercepat terealisasinya pembangunan gedung Kodim dan Polres Subulussalam.Karena kami di Subulussalam sangat membutuhkan hal tersebut,melihat begitu jauhnya masyarakat harus menempuh perjalanan untuk sampai ke Polres dan Kodim sekarang yang berada di Kab.Aceh singkil ujar Merah Sakti.Dan sayapun ingin agar para rekan pers dapatlah hendaknya sebulan sekali coffe morning dengan saya.Agar dapat membicarakan proses pembangunan yang tengah dan akan terjadi di Subulussalam.
Sekjen DPP PWRI, Zulfikar Taher,SH,SPdI menjelaskan bahwa PWRI baru berjalan sekitar 3 tahunan,dengan usianya yang masih bayi tapi ia telah berlari kencang hingga sekarang memiliki 200 DPC dan memilki DPD di seluruh Provinsi se-Indonesia.PWRI memiliki motto Lintas Suku,Lintas Agama dan sebagai penjaga NKRI.
Masih menurut Zulfikar Taher bahwa Kota Subulussalam bagaikan “mutiara ditengah karang”.Kota ini memilki banyak potensi hanya saja karena keterbatasan kemampuan Pemda hingga kurang poles dan tidak terpantau oleh investor Manca Negara.Keberadaan dan sejarah PWRI itu sendiri jauh sebelum kemerdekaan sudah ada,yaitu takkala Adam Malik cs menculik dan meminta Bung karno agar merebut Kemerdekaan bukan meminta dan menunggu pemberian penjajah.Dari hal inilah kita dapat melihat spirit dan peran para wartawan dan pemuda masa itu yang sangat peduli dengan bangsanya. PWRI sebagai organisasi yang “Mandiri & Profesional” memiliki fungsi dan tugas yang sama dengan organisasi profesi sejenis. Hanya yang membedakan lanjutnya, adalah PWRI dalam Visi dan Misinya yaitu bagaimana mempertahankan NKRI dalam Kebhinekaan tersebut, serta taat dan tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dalam menyajiikan pemberitaan mengacu kepada UU No 40 Tahun 1999 tentang Pokok – pokok Pers, ujarnya.








