BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH SINGKIL – Kementerian Pariwisata dan Komisi X DPR RI laksanakan acara Gerak Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Alun-alun Lae Soraya Kec.Rundeng Kota Subulussalam. Kamis (18/05/17)
Acara tersebut dihadiri Staf Ahli Komisi X DPR RI T.Salsabil yang mewakili Ketua komisi A DPR RI T.Rifky Harsya yang berhalangan tidak bisa hadir, Staf Kementerian Pariwisata Yabez L Tosia, Sekda Kota Subulussalam H.Damhuri, beberapa KepalaSKPK, Camat Rundeng, Tomas, HPI, KOMPPAS, Ormas, LSM dan OKP Kepariwisataan se Kota Subulussalam.
Dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Subulussalam H. Damhuri menyampaikan, Sektor pariwisata sangat beperan penting dalam pengembangan perekonomian suatau negara, pada masa sekarang ini. Dan berdampak terhadap ekonomi yang sangat besar dari hulu hingga hilir. “Untuk memajukan pariwisata ada tiga elemen penting yang memegang peranan yaitu peran pemerintah, peran swasta dan peran masyarakat itu sendiri.” Kata Damhuri
Kunci tumbuh kembangnya pariwisata disuatu daerah, kata Damhuri, yaitu Sapta Pesona yang sudah dari dulu didengunkan oleh Kementerian Pariwisata, Aman,Tertib, Bersih, Sejuk, indah, ramah dan Kenangan. “Untuk hal kenangan Kota Subulussalam memiliki ragam makanan yang sudah terkenal dan menjadi juara I Lomba makanan se Aceh yaitu Kue Talam Rundeng, Sembilan buah tari-tarian yang hanya ada di Subulussalam dan makam ulama besar dunia yaitu Makam Syehk Hamzah Fansuri dengan kitab-kitabnya yang sampai sekarang dipelajari oleh Universitas Islam di Manca Negara,” tambah Damhuri.
Yabez L Tosia selaku Staf Kementerian Pariwisata menyampaikan, Kementerian Pariwisata dalam seminggu ini sudah melakukan acara serupa di tiga Kab/Kota di Aceh yaitu Pidie jaya, Lhokseumauwe dan Subulussalam. “Acara Sadar wisata ini sangat penting dilakukan karena pariwisata merupakan suatu sektor yang bisa mengembangkan perekonomian rakyat. Dan merupakan produk yang tidak pernah habis dikelola untuk dijual. Presiden RI telah meletakkan Pariwisata sebagai sektor strategis selain Migas, Mineral dan Sawit. Membangun pariwisata butuh proses yang panjang.Dan Sapta Pesona yang di program kan kementerian merupakan rohnya pariwisata. Mengabaikan ketujuh pesona ini maka akan menghancurkan bisnis pariwisata yang strategis.Sapta pesona merupakan harga mati untuk penegakan pariwisata.” ujar Yabez.
Masih menurutnya 10 unsur dari program kementerian Pariwisata salah satunya adalah gerakan sadar wisata yaitu ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif meningkatkan pariwisata itu sendiri.Dan untuk itu kepada setiap kepala daerah membutuhkan dan harus membentuk sebuah lembaga dan kelompok-kelompok sadar wisata di setiap objek wisata yang ada di daerah masing-masing ujar Staf Kementerian Pariwisata tersebut.
Acara gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona ini dilanjutkan dengan kegiatan gotong royong membersihkan makam Syeh Hamzah Fansuri di desa Oboh Kecamatan Rundeng dan diselingi dengan acara door prize bagi para peserta.Acara dimulai dari pagi hingga sore hari di Alun alun Lae Soraya Rundeng.








