Pemerhati Lingkungan Kecam Pembakar Hutan di Kawasan Ekosistem Seulawah

13.358 dibaca
Pemerhati Lingkungan Kecam Pembakar Hutan di Kawasan Ekosistem Seulawah

BUANAINDONESIA. CO. ID, ACEH – Kondisi Kawasan Ekosistem Seulawah (KES) telah mengalami ancaman serius dari aktivitas masyarakat. Kasus kebakaran hutan menjadi kekhawatiran dan telah menjadi kecaman dari masyarakat setempat.tidak terkecuali dari Tokoh pemuda Saree sekaligus pemerhati lingkungan Mustaqim.

Pada Buanaindoneaia.co.id Minggu malam (30/07/17) Mustaqim menuturkan, Kawasan ekosistem Seulawah (KES) merupakan salah satu ekosistem penting di Aceh, selain Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Dalam Kawasan Ekosistem Seulawah (KES) terdapat dua Hutan Konservasi yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, yakni Cagar Alam Pinus Jantho seluas 16.640 ha dan Tahura Pocut Meurah Intan seluas 6.622 Ha.

Ia menuturkan, Kegiatan pembakaran, pembukaan lahan dengan cara yang tidak ramah lingkungan, pembuangan puntung rokok sembarangan dan aktivitas pendakian tampa izin telah menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap kondisi Kawasan Ekosistem Seulawah (KES). “Saat ini masyarakat Saree terancam dengan ketersediaan air bersih baik untuk kebutuhan rumah tangga dan juga kebutuhan pertanian. Air sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat tidak hanya sulit didapatkan di saat musim kemarau tetapi juga pada saat musim hujan,” Tuturnya.

Lebih lanjut mustaqim mengatakan, Kita pemuda saree mengecam keras tindakan perusakan di Kawasan Ekosistem Seulawah (KES). Siapapun itu yang itu akan kita tindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Tidak boleh lagi ada pembiaran terhadap perusakan di Kawasan Ekosistem Seulawah. Kawasan tersebut memberikan penghidupan bagi aktivitas pertanian kita, ujar Mustaqim.

la menambahkan, bahwa terdapat sembilan sub DAS di salah satu DAS di Kawasan Ekosistem Seulawah yang merupakan salah satu pemasok air ke krung Aceh melalui krueng Seulimum, salah satu sub DAS merupakan Kawasan Sumber Air Alur Mancang yang di kelola oleh Forum Alur Mancang Saree (FAMS) untuk keperluan pasokan air kepada masyarakat.

“Karenanya persoalan seperti ini perlu menjadi perhatian pemerintah, masyarakat perlu di bina tata kelola lahan dengan baik. Dalam hal ini, Pemerintah Aceh Besar harus serius menangani hal ini “Jangan main-main lagi” dengan kondisi Kawasan Ekosistem Seulawah (KES). Segera duduk bersama untuk membahas tata kelola KES, karena ini penting bagi masa depan masyarakat dan keberlanjutan sektor pertanian di Aceh Besar, ”pungkasnya

Bagaimana Menurut Anda?