BANAINDONESIA.CO.ID, ACEH – Kesbangpol Aceh bekerjasama dengan Kesbangpol Kota Subulussalam adakan Dialog Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di gedung serba guna pedopo walikota. Rabu (22/08/17)
Acara dibuka oleh Walikota Subulussalam H Merah Sakti SH dan dihadiri Kabid Penanganan konflik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Provinsi Aceh Drs Halim Perdana Kesuma, Kasubid Dedy Andrean, Muspida plus Kota Subulussalam dan peserta undangan.
Walikota Subulussalam dalam sambutannya mengatakan, Kesbangpol Aceh agar lebih memperhatikan kota Subulussalam. karna dikota Subulussalam terdiri dari multi etnis dan sebagai pintu gerbang Aceh pantai barat selatan. “Keinginan rakyat Aceh pantai barat selatan untuk memekarkan diri jadi ALABAS itu adalah suara rakyat yg merupakan aspirasi mereka. Kami memohon agar pemerintah Aceh saat ini memiliki pandangan bahwa Aceh bukan hanya pantai timur dan utara saja tapi masih ada pantai barat selatan. Artinya jagan hanya berfokus pada pembangunan pantai timur dan utara aceh saja. Jika pembangunan di Indonesia tidak merata maka ditingkat provinsi akan terjadi konflik. Begitu pula jika pembangunan di Aceh tidak merata tentu akan menimbulkan konflik di daerah lain.bDan Walikota dalam kesempatan tersebut menghimbau kepada anggota dan simpatisan HTI yg ada di Subulussalam mohon segera insyaf karena menurut pandangan pemerintah pusat itu bertentangan dgn UU bukan pandangan pemerintah kota”. Katanya
Walikota juga meminta kepada pihak Polres dan Kodim agar segera menyelidiki ada atau tidak bibit-bibit radikalisme dan teroris di kota Sada.








