Aktivis Pemuda dari 4 Kabupaten/kota

10.371 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDA ACEH – Munculnya desakan dari kalangan aktivis pemuda dari 4 kabupaten/kota di Dapil IX yaitu Abdya, Subulussalam, Aceh Selatan dan Aceh Singkil serta munculnya dukungan dari berbagai pihak, menbuat sekjen Forum Mahasiswa dan Pemuda Selatan Raya Aceh (MeuSeRaYa) Delky Nofrizal Qutni angkat bicara.

kepada media, Senin malam (11/09/2017) menyatakan, sangat mengapresiasi terhadap dukungan yang munculnya agar maju dalam Pilkadasaya sempat terkejut dengan munculnya dorongan tersebut. Namun, Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada rekan-rekan para aktivis muda dari dari 4 kabupaten/kota di dapil IX atas dorongan kepercayaannya kepada saya untuk maju pada pemilu 2019 mendatang,” ungkap Delky.

Namun demikian, kata mantan Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Selatan itu, hingga saat ini dirinya belum terpikirkan untuk persoalan pileg 2019.”Hingga saat ini dirinya belum terpikirkan untuk persoalan pileg 2019, apalagi waktunya relatif masih panjang. Namun, di dalam perang, cinta dan politik semua hal bisa saja terjadi, semua kemungkinan bisa saja jadi kenyataan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa sebagaimana disampaikan oleh 5 aktivis dari 4 kabupaten/kota tersebut, dirinya selama ini menyuarakan persoalan yang terjadi di masyarakat bukan karena ingin maju pada pileg.”Kita selama mencoba untuk membuka diri berteman dan berdiskusi juga bukan karena persoalan politik namun ukhwah islamiah itu memang anjuran kepada setiap muslim. Masalah apakah kita akan terjun ke dunia politik dan mengambil peran di parlemen itu biarkan saja waktu dan kondisi yang menjawab semua,” tambah mantan Kabid advokasi Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh itu.

Lebih lanjut, Delky juga menjelaskan, pada dasarnya dia memiliki prinsip, carilah teman sebanyak mungkin sesuap nasi tak bakal hilang, lakukan yang terbaik itu sekecil apapun manfaatnya dan lakukan segera meskipun memulai tak mesti harus mengakhiri. Serta katakan yang diyakini benar itu, karena kebenaran itu ibarat mutiara.”Jika kita selama ini dinilai sebagai orang hang peduli, Alhamdulillah. Namun bukan berarti kepedulian itu harus dijadikan jualan untuk menggapai tujuan politik tertentu, karena sebagai pemuda sudah seyogyanya berupaya semaksimal dan semampunya untuk merespon problematika yang terjadi di masyarakat luas semata-mata, dan hal itu merupakan bentuk kerisauan dan panggilan jiwa semata,” kata ketua LSM Solidaritas untuk Rakyat Daerah Terpencil (SuRaDT) itu.

Ia juga mengatakan, sebelum memutuskan sebuah keputusan terkait desakan ini, selain melihat kondisi dan situasi politik, nantinya istikhorah merupakan hal yang mesti dilakukan.

“Kalau keputusan kongkretnya, kita akan istikhorah dulu. Sehingga apapun keputusannya nanti, itu memang garis yang telah ditetapkan Allah yang maha kuasa. Ia juga berharap, siapapun yang dimandatkan oleh rakyat ke depannya meskipun itu bukanlah dirinya, sosok tersebut hendaknya mampu memperjuangkan persoalan-persoalan rakyat begitupun persoalan yang dihadapi pemuda”. Katanya.

“Disamping itu, kita juga mengajak semua kalangan muda di Aceh khususnya wilayah barat selatan untuk tetap menjaga kekompakan, karena hal itu merupakan salah satu modal dasar untuk mendorong lahirnya perubahan,” pungkasnya.

Bagaimana Menurut Anda?