Harga Gas Elpiji 3 Kg di Meulaboh Melonjak

15.148 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH BARAT – Harga gas elpiji eceran ukuran 3 kilogram (kg) di Meulaboh melonjak tajam, dari semula harga dipangkalan Rp 18.000 menjadi Rp 30.000 per tabung, saat dibeli di warung, dan sejak dua bulan ini persedian gas 3 kg juga langka.

“Saya keliling mendatangi sejumlah pangkalan dan agen gas 3 kg di Meulaboh tapi tidak mendapatkan gas karena stoknya habis. Meskipun ada, itupun dijual oleh pengecer di warung-warung dengan harga mahal Rp 30.000 per tabung,” kata Rahmat (40), di Lapang, Senin (11/09/17).

Ia mengatakan, meski harga gas 3 kg mahal dan mencapai Rp 30.000 per tabung, masyarakat tetap membelinya.”Saya terpaksa membeli gas 3 kg seharga Rp 30.000 per tabung. Saya sudah keliling stock gas kosong, hanya ada di warung kecil, dengan harga fantastis. Langsung saya beli karena gas di rumah tidak ada lagi,” ujar Rahmat

Rahmat menduga dengan kelangkaan serta melonjaknya harga tabung gas 3 Kg, bisa saja disebabkan adanya permainan antara oknum di pangkalan gas menjual kepada warung-warung kecil. “Saat masyarakat datang membeli gas 3 kg di pangkalan maupun pengecer gas sudah habis. Sehingga, dalam hal ini ada dugaan permainan keuntungan didapatkan oleh kedua pihak. Sementara masyarakat yang menjadi korban”.ungkap Rahmat.

Ia menyebutkan terkait hal ini, kepada siapa harus kami sampaikan. Karena sebut Rahmat Pemerintah khususnya daerah setempat, pasti lebih memahami dan mengetahui hal yang terjadi sekarang ini.

Tetapi sambung Rahmat setahunya, belum ada penertiban atau sidak yang dilakukan oleh pihak terkait. “Kalau seperti ini, seakan-akan pemerintah tutup mata dengan permasalahan yang terjadi dalam masyarakat”. Keluhnya.

Harapan Rahmat, Pemerintah harus memperhatikan, serta lebih serius dalam penanganan terkait harga gas 3 kg yang melonjak naik.

Hal senada juga diungkapkan beberapa masyarakat lainnya, Rina ibu rumah tangga, dan Guntur, warga Lapang, kalau harga gas 3 kg di warung Rp. 30.000 per tabung, itu sudah kelewatan, masak bisa harga gas menjadi seperti itu, kalau masih dalam batas kewajaran harga tidak masalah, kata mereka.

Menurut keterangan Masyarakat, dalam dua bulan terakhir memang benar harga gas 3 kg disini melonjak naik. Sedangkan harga pangkalan masih Rp. 18.000, tetapi di pengecer warung- warung Rp. 30.000 per tabung. Apalagi tidak semua masyarakat mampu membeli. “Kami berharap, pemilik dan agen jangan mencari kesempatan dengam menjual gas 3 kg kepada warung-warung kecil, atau pengecer yang tidak memiliki ijin, dengan begitu harga gas bisa tetap stabil”, tutupnya

Bagaimana Menurut Anda?