BUAAINDONESIA.CO.ID, ACEH UTARA – Sejumlah warga gampong (Desa) Lhokbintanghu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara mengeluh dan prihatin terhadap kondisi sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kecamatan Tanah Jambo Aye, yang terletak digampong Lhokbintanghu. dengan kondisi memprihatinkan, bangunan MCK sekolah amburadul tampak terkesan bagai tiada pengurusnya, keluhan sejumlah warga dan wali muridpun disampaikan kepada Media ini senin (18/09/2017) Sekira pukul 14.00 Wib.
Ismail Komite sekolah SMPN 5. Tanah Jambo Aye saat dimintai keterangannya terkait hal tersebut mengatakan,”saya sampai sekarang masih menjabat sebagai komite sekolah, padahal saya sudah tidak aktif disekolah dari tahun 2013, tapi nama saya selalu terbawa-bawa, padahal apapun kegiatan yang dilakukan Kepsek ,saya tidak pernah dilbatkan, jangan tanyakan lagi kepada saya, bapak datang saja kesekolah dan tanya pada dewan guru, bagaimana hubungan saya dengan kepsek, maaf banyak sekali yang mengaku wartawan datang menanyakan sama saya, setelah saya jelaskan namun tak ada satupun berita yang naik dikoran saya tidak mau berbicara, besok pagi bapak datang saja kesekolah tanyakan dewan guru bagaimana ? dan lihat sendiri kondisi SMPN 5 Tanah Jambo Aye,”kata Ismail mantan Keuchik Gampong Lhokbintanghu saat ditemui media ini dikediamannya.
Sementara itu salah seorang warga setempat mengatakan,”Drs Mustari selaku Kepala sekolah sepertinya tidak merawat dan melestarikan sekolah itu hingga tampak amburadul. “Sekolah ini bagaikan yayasan milik pribadi, coba lihat, MCK disekolah, padahal baru dibangun tapi kosen pintu saja sudah tak tahu kemana, sakral dan kabel lampu tidak terpasang, closednya pun sudah pecah, pagar sekolah hanya tinggal tandanya saja, rumput dan semak disekitar sekolah tak dibersihkan, lihat halaman sekolah penuh becek dan lumpur, anak saya tidak mau lagi saya sekolahkan disini, kenapa tidak ditimbun dengan batu kerikil walau hanya satu dam-truk, saya melihat sendiri kalau ada hujan gerimis saja anak-anak tidak bisa sekolah, seperti tadi pagi, dewan guru terpaksa harus pulang,”ujarnya sambil memperlihatkan kondisi bangunan MCK dan pagar sekolah.
Pantauan media ini senin (18/09) Kondisi sekolah tersebut tampak sangat memprihatinkan, dengan kondisi halaman berlumpur serta jalan menuju sekolah becek, lapangan volly berlumpur, lapangan Basket juga sudah ditumbuhi rumput ilalang bahkan ada warga dan wali murid yang menduga pengelolaan Biaya Operasional Sekolah (BOS) tidak transpan selama Kepala SMPN 5 Jambo Aye dijabat MT
Sementara itu menurut keterangan MT. Kepsek SMPN 5 Jambo Aye saat dihubungi media ini melalui selularnya ditempat terpisah mengatakan,” Dana Bos untuk SMPN 5 Tanah Jambo Aye, tidak mencukupi, karena disekolah ada 16 guru honor, yang wajib dibayar jerihnya, sedangkan guru PNS hanya lima orang, itupun sudah termasuk saya, sedangkan siswa-siswi disekolah berjumlah 132 orang.luas area sekolah kami satu setengah hektar (1.5 h) Bayangkan harus bagaimana saya membuatnya.” Ujarnya MT. Azhar








