BUANAINDONESIA.COM, ACEH – Pasar tradisional Tanjung Bunga di Desa Gunung Cut, Kecamatan Tangan-Tangan Aceh Barat Daya (Abdya) dikeluhkan masyarakat setempat. Warga menilai, pasar ini seperti tidak dirawat dengan serius oleh pemerintah kecamatan setempat.
Baca: Pengelola Kurang Sirius, Pasar Tangan-Tangan Hanya Meraup Untung Saja
Selain karena banyak ditemukan sampah berserakan, hingga menimbulkan bau tak sedap, juga banyak fasilitas pasar yang terkesan luput dari perawatan petugas seperti kebersihan WC umum.
Padahal, pasar ini merupakan pasar kebangaan masyarakat kecamatan itu. Dipasar ini selain didatangi warga setempat untuk berbelanja, juga tidak jarang warga kecamatan lain menghabiskan banyak uang untuk berbelanja berbagai keperluan.
Warga mengaku sudah pernah menyampaikan hal itu kepada pihak terkait yang punya wewenang atas pasar itu, namun sejauh ini belum nampak adanya tindak lanjut dari laporan warga.”Kita sangat menyayangkan atas minimnya respon pihak terkait terhadap masalah ini, padahal sudah beberapa kali kita sampaikan tapi belum ada tindakan yang di ambil,” kata Fauzi, pemuda setempat, Rabu 8 Maret 2017 di Blangpidie.
Ironisnya lagi, para pedagang yang berjualan di pasar tersebut dikutip dana untuk kebersihan pasar. Namun meski demikian, kondisi pasar tak kunjung elok seperti yang diharapkan.
”Kita juga heran, kenapa hal ini bisa terjadi, karena kita tau bersama bahwa setiap bulan selalu ada dikutip uang kebersihan 15rb/pedagang, belum lagi uang sewa toko dan sewa lapak untuk jualan ikan. Janganlah uangnya diambil tapi fasilitas dan lingkungannya tidak diperhatikan,” ujar fauzi.
Menurut Fauzi, seharusnya hal ini tidak terjadi, lantaran para petugas dibayarkan keringatnya dan ini tentu terkesan tidak profesiaonal. Oleh karena itu, kita berharap persoalan ini segera diatasi dalam waktu dekat, apalagi pasar Tanjung Bunga ini sudah menjadi pusat perekonomian khususnya Kecamatan Tangan-Tangan dalam beberapa tahun terakhir.
“Bila hal ini terus dibiarkan, jangan salahkan masyarakat bila nanti kami meminta pertanggungjawaban atas uang yang dikutip setiap bulan,”tegas Fauzi.










