BUANAACEH.COM,LHOKSEUMAWE – Masyarakat Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, melakukan menutup akses jalan kawasan Wisata Ujong Blang, pasalnya Masyarakat merasa terganggu akibat debu yang berasal dari badan jalan yang sedang di bangun oleh pihak pelaksana, PT.Krueng Meuh, masyarakat meminta kepada pihak Pelaksana supaya menyiram badan jalan tersebut, agar debu tidak berterbangan, masyarakat di sana sudah diserang penyakit, terutama anak-anak yang sudah mulai di serang batuk dan demam, ujar salah satu warga setempat kepada BUANAACEH, Sabtu 26 November 2016.
Penutupan akses jalan adalah salah satu bentuk Protes Warga Ujong Blang kepada pihak pelaksa pembangunan jalan lingkar Kota Lhokseumawe, Masyarakat menilai pihak pelaksana hanya ingin meraup keuntungan saja, tapi kurang memperhatikan terhadap nasib masyarakat yang setiap harinya selalu menghirup udara bercampur dengan debu, dan sangat berdampak pada ganguan kesehatan masyarakat.
Hasballah Tokoh Masyarakat mengungkapkan, penutupan akses jalan dilokasi wisata pantai Ujong Blang tersebut, dberawal dari kekesalan warga terhadap pihak pelaksana proyek pembangunan jalan tersebut, yang jarang melakukan penyiraman jalan, sehingga setiap lalulang kenderaan yang melintas di jalan, dapat menimbulkan debu sehingga dapat mengancam kesehatan masyarakat.
Hasbalah menambahkan, kami Masyarakat Ujong Blang tidak keberatan terhadap pembangunan jalan tersebut, namun warga berharap pada pihak pelaksana juga memperhatikan nasip masyarakat, agar menyiram ruas jalan yang sedang mereka bangun.
Setelah berkordinasi dengan pihak pelaksana proyek pembangunan jalan, yang di fasilitasi Kapolres Kota Lhokseumawe yang datang kelokasi tersebut, Masyarakat akhirnya membuka kembali akses jalan yang mereka tutup, dengan kesepakatan, pihak pelaksana akan selalu melakukan penyiraman jalan minimal dua sampai tiga kali dalam satu harinya.
Sementara itu Firdaus, Penanggung pelaksana Lapangan PT.Krueng Meuh, saat di komfirmasi media mengatakan pihak pelaksana siap untuk melakukan penyiraman ruas jalan yang sedang mereka kerjakan, dalam dua hari ini kami memang tidak melakukan penyiraman untuk kepentingan uji sengkon terhadap kelas A. Dan kami atas nama pihak pelaksana lapanagn serta PT Krueng Meuh, kami minta maaf kepada masyarakat sekitar yang merasa tidak nyaman atas pelaksaan proyek tersebut, ungkap Firdaus.








