BUANAINDONESIA.COM, ACEH – SMP N 1 Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat Daya ( Abdya ) sudah dimembentuk peraturan, bahwa bagi para siswa tidak diboleh membawa HP ke sekolah, namun siswa itu membawanya sehingga HP tersebut hilang.
Setelah menerima kabar Hp anaknya hilang, wali murid Ibnu Fajar langsung medatangi sekolah tempat anaknya belajar, dengan membawa senjata jenis Airsoft gun, hingga melakukan pengancaman terhadap guru disekolah tersebut.
“kalau tidak ada yang mengembalikan HP anak saya, akan saya tembak semua,” katanya Wakil Kepala Sekolah Di SMP N 1 Blangpidie, Bustaman,S.Pd, yang mengutip perkataan wali murit, Selasa 21 Maret 2017.
Setelah terjadi keributan di sekolah itu, selanjutnya wali murid, mengeluarkan alat getar kejut dalam tas yang dibawanya, dan langsung menyetrum salah seorang siswa, SMP N 1 Blang Pidie atas nama Jaka.
Selanjutnya wali murid menyebutkan, bahwa anaknya Ibnu Fajar (Siswa) pernah di sidomi oleh jaka (Siswa). Namun jaka mengakui benar tundingan dari orang tua Ibnu Fajar, tetapi kejadian itu hanyalah canda gurau antara kawan dalam satu kelas di sekolah, cuman kejadian itu sudah setahun lalu.
“Tampaknya Ibu Ibnu Fajar itu sudah siap untuk melakukan kriminal di sekolah dengan barang bukti didalam tas ada Kampak dan alat getat kejut dan senjata,” ujarnya.
Lebih lanjutnya dikatakan Bustaman, Kasus tersebut sudah diserahkan ke pihak yang berwajib. “Untuk sementara kedua siswa itu tetap diistirahatkan dulu, hingga kondisi benar-benar kondusif,” ujarnya.
Kendatipun demikian katanya, proses penyelesaian permasalahan tersebut tetap dijalankan sesuai dengan peraturan sekolah, untuk mempertanyakan anak itu kepada wali muritnya, apakan masih mau tetap sekolah disini, atau mau dipindahkan anaknya ke sekolah lain.
“Kalau masalah kriminal tadi itu, sudah berurusan dengan pihak yang berwajib, namun kita disini menyelesaikan permasalahan antara siswa Jaka dengan Fajar dan orang tua murid tersebut,” katanya, sembari menyebutkan wali murid yang membawa senjata ke sekolah belum di tahan oleh pihak yang berwajib.
“Guru cubit siswa saja sudah di tahan, apalagi kalau ditampar, tapi ini kok wali murid yang bawa senjata ke sekolah tapi tidak ditahan,”ucapnya.










