Antrian Panjang Terjadi Di SPBU Kuta Padang, Meulaboh. Ini Penyebabnya

30.823 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH BARAT – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mengalami kelangkaan di Kabupaten Aceh Barat, akibatnya antrian panjang dari pengguna mobil diesel tampak mengular di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh.

‘Kelangkaan solar di Aceh Barat sudah berlangsung sejak sepekan, untuk mendapatkan BBM jenis solar, konsumen harus rela mengantri hingga berjam-jam di SPBU ini”, ujar salah satu pengemudi truk, Irwanto, kepada buanaindonesia Kamis Siang, (27/12/2018)

Irwanto mengaku bingung, entah apa sebabnya, sehingga BBM biosolar bisa tidak ada di SPBU lainnya, yaitu Manekro, Mereubo, Suak Puntong, hingga Nagan Raya. “Untuk Meulaboh Cuma disini yang ada”, tandasnya.

Irwanto berharap, pihak Pertamina dapat menyelesaikan prmasalahan kelangkaan BBM biosolar tersebut. “Dengan tidak adanya solar di SPBU lainnya, kami harus mengantri berjam-jam seperti ini. Belum waktu yang terbuang cuma-cuma dengan hal seperti ini. Tolong kepada pihak terkait, untuk dapat mengatasi permasalahan solar ini. Dan perhatikan harapan kami masyarakat kecil ini,” tuturnya.

Sementara, Salman, pengawas di SPBU Kuta Padang, kepada buanaindonesia mengatakan, sejak diberikannya sanksi kepada dua SPBU di Aceh Barat, yaitu SPBU Meurebo dan Manekro, oleh Pertamina, tumpuan kendaraan pengguna diesel terjadi di SPBU Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh tersebut.

Dia berharap pihak Pertamina dapat segera mengatasi permasalahan kelangjaan serta antria panjang itu, sehingga masyarakat tidak mengantri berjam-jam lagi. Apalagi SPBU yang kena sanksi bukan hanya di Aceh Barat saja, untuk wilayah barat selatan, dimulai dari Aceh Jaya, hingga Nagan Raya. “semoga saja Pertamina dapat menyelesaikannya”. tutup Salman.

Bagaimana Menurut Anda?