BUANAACEH.COM, ACEH SINGKIL – Beberapa Tahun terakhir ini, Kabupaten Aceh Singkil menjadi langganan Banjir, setelah diawal tahun 2017, ini banjir yang kedua kalinya terjadi, pertama di Januari 2017 bulan lalu. Sementara, banjir yang Kedua di tahun ini menggenangi 11 Desa yang berada dipinggiran Sungai dari 4 Kecamatan. yakni, Desa Rimo Dusun Handel dan Cingkam di Kecamatan Gunung Meriah, Desa Silatong, Ujung Limus, Lae Riman, Cibubukan, Tanjung Mas dan Guha di Kecamatan Simpang Kanan. Tambah, Buluh juga Kecamatan Suro dan Kecamatan Kota Baharu tepatnya di Tinanggam.
Selain pemukiman warga, Banjir Kiriman dari Sungai Lae Cinendang dan Sungai Lae Sulampi ( Suro ) juga menggenangi Ruas Jalan Nasional tepatnya di desa Silatong dan Jalan Kabupaten Penghubung Kecamatan Gunung Meriah dan Singkohor, Kotabaru, Ketinggian air berpariasi mulai dari 30 cm sampai dengan 150 cm.
Amatan BUANAACEH, di desa Cingkam dan Handel ketinggian air mencapai 130 cm, akibatnya puluhan warga mengungsi ke rumah warga yang terletak didataran tinggi, dan mengakibatkan kecamatan Kota Baharu dan Kecamatan Singkohor terisolir.
Warga Cingkam, Kaja (60) mengatakan, air mulai naik sekitar pukul, 04.00 WIB, dengan debit air yang cukup deras.
“Air nya cepat sekali naik, mencapai 20 cm Per-jam, bahkan sudah ada beberapa keluarga yang mengungsi”. Ujarnya di lokasi banjir, Selasa 21 Februari 2017.
Anehnya lagi, dalam situasi banjir ada guyonan masyarakat yang lagi menunggu perahu untuk menyebrang dan sebagian pengungsi menyebutkan. “Kalau saat musim pencalonan kemaren banyak bapak-bapak (Kandidat) yang datang melihat kita dan membagi-bagikan sembako. Sekarang sudah siap masanya, siapa lagi yang datang”. Lelucon warga.
Kades Tanjung Mas, Camuan, mengatakan. “Untuk wilayah Simpang Kanan air sudah mulai surut. Dan sepengetahuan saya, warga saya tidak ada yang mengungsi”. Cetusnya. Selasa sore.
Sementara, untuk kecamatan Suro, Simpang Kanan dan Kota Baharu, air sudah mulai surut, biasa akan menyusul ke arah perkotaan Singkil.
Masyarakat di sana berharap banjir yang selalu melanda Aceh Singkil mendapat perhatian Khusus dari Pemerintah, kami sudah terlalu menderita dengan keadaan seperti ini, ungkap salah satu masyarakat di sana.










