Nurmala Penderita Bocor Jantung Butuh Ulur Tangan Dermawan

13.255 dibaca

BUANAACEH.COM,BLANGPIDIE – Singlet warna putih, celana pendek tidur diatas kasur Palembang bewarna unggu, alas kain biru bermotif bunga, tidurnya tidak lurus sedikit lengkung guling tepat dibelakang gadis kecil kulit sawo matang.

Begitulah sosok perempuan kecil ini dalam gambar yang dikirim oleh melalui BlackBerry messenger, gadis cilik asal Gampong Muka Blang Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya, kesehariannya tak lagi sama seperti anak-anak seusia dia. Minggu malam, 19 februari 2017.

Sebelumnya, Miswardi warga setempat mengambarkan tentang keinginan perempuan kecil untuk berobat, namun hal tersebut terkendala ekonomi yang kurang mampu, sehingga selama ini ibunya hanya mengobati anak kecil tersebut secara tradisional. Hal tersebut diceritakannya kepada Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya.

Memang, untuk pengobatannya ditanggung oleh BPJS, tetapi untuk pasien rawat jalan, baik untuk ongkos mobil dari kampong ke Banda Aceh dimana Rumah Sakit Umum Daerah dr.Zainoel Abidin itu berada. Niat pun urung ketika duit tak ada pegangan. Baik untuk tempat tinggal selama di Banda Aceh sebelum ada tindakan dokter untuk dirawat maupun untuk biaya hidup dan makan saat berada di ibu kota provinsi Aceh.

BFLF memiliki rumah singgah yang bisa ditempati oleh pasien dan keluarga pasien kurang mampu dari luar kota, rumah singgah terletak dijalan Pari No.22 Lampriet Banda Aceh. Meskipun banyak keterbatasan, baik kamar maupun hal lain tetapi banyak keluarga pasien sudah menempatinya.

Perempuan kecil lahir 12 tahun lalu tersebut bernama Nurmala, sudah lama tak lagi duduk dibangku sekolah karena kondisi fisiknya yang sering melemah. Saat di bawa ke Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (BLU RSUDTP) Aceh Barat Daya sudah disarankan untuk pengobatannya dirujuk ke Banda Aceh atau Medan.

Lagi-lagi factor ekonomi yang membuat Nurmala urung dirujuk untuk mendapatkan layanan kesehatannya.

Nurmala anak dari ibu Marziah, Ayahnya meninggal dunia saat Nurmala baru berusia satu tahun, Alm. Ahmat Syar, ini sangat mengharapkan agar anaknya bisa berobat untuk kesembuhan.

Gadis cilik yang tegar tersebut, sejak berumur satu tahun setelah dia lahir sudah tidak dapat merasakan kasih sayang dari sang Ayah, karna pada tahun 2005  Alm. Ahmad Syar (ayah Nurmala) sudah menghadap Sang Khaliq, (innalillahi wainnailahi rajiun). Sehingga Nurmala mendapatkan kasih sayang lebih dari Marziah, seorang ibu yang merangkap sebagai ayah untuk berjuang demi kesembuhan putrinya Nurmala.

Marziah berharap dengan adanya BFLF Aceh Barat Daya ini, Tuhan memberikan jalan untuk kesembuhan anaknya, sehingga anaknya dapat beraktifitas seperti anak-anak lainnya, harap Ibunya.

“Insha Allah kita akan mendampingi Nurmala untuk pengobatannya, kita akan cari bantuan dan pengalangan dana melalui media sosial,” ucap Ketua Blood For Life Foundation (BFFLF) Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos yang diterima pers rilis,Selasa 21 Februari 2017.

Kita sangat membutuhkan uluran bantuan dan bapak ibu abang kakak adek dan sahabat semuanya, agar Nurmala bisa berobat dan bisa melanjutkan sekolahnya.Tutupnya.

Bagaimana Menurut Anda?