BUANAINDONESIA, LHOKSEUMAWE – Panglima Laot Lhok Pusong Yusri Yusuf, membantah bahwa, Bahan Bakar Minyak BBM yang disita pihak kepolisian di salah satu depot gampong keude aceh banda sakti lhokseumawe adalah bahan bakar yang sengaja ditimbun.
“Minyak itu kami simpan bukan kami timbun” tegas Panglima Laot Lhok Pusong Yusri Yusuf lewat konferensi pers sabtu 22 april 2017,
Yusri Yusuf Menjelaskan, Minyak yang disita oleh pihak Kepolisian tersebut adalah minyak titipan yang disimpan milik masyarakat nelayan untuk melaut yang akan digunakan untuk kebutuhan sembilan unit boat, Karena dalam sepekan membutuh bahan bakar satu Ton lebih.
Dikatakanya, Para nelayan memilih membeli minyak diluar TPI karena harganya lebih murah dibandingkan dengan harga minyak yang dijual ditempat SPBU tersebut,
Menurutnya, selama dilakukan penyitaan, Para nelayan sudah beberapa hari tidak dapat melakukan aktivitas untuk melaut, Disebabkan bahan bakar kosong, maka para nelayan meminta agar minyak yang disita dapat dikembalikan.
“Kami harapkan minyak yang disita dikembalikan, Bila minyak kami tidak dikembalikan, maka kami akan bermufukat bersama untuk melakukan aksi demo ke polres,”Kata Panglima laot.
Sementara itu, Jamaludin M.Jamil Pemilik Usaha UD Laut Biru Selaku yang menyimpan minyak tersebut menjelaskan, Minyak yang di tangkap oleh pihak kepolisian merupakan minyak titipan para nelayan yang dibeli sendiri oleh mereka.
“Dua hari kemudian setelah mereka titpkan BBM kepada saya, maka minyak itu baru mereka ambil kembali untuk dipakai saat berangkat melaut,”jelas Jamal.
Minyak yang dititipkan oleh para nelayan di tempat Jamal, dirinya mendapatkan upah dari para nelayan dalam setiap liter diberikan Rp. 200 / Liter itu termasuk ongkos transportasi ke tempat sandaran kapal.
Disamping itu. Penyimpanan BBM yang dilakukannya, mengantongi surat keterangan izin dari Kantor pengurusan satu pintu, untuk membeli bahan bakar kebutuhan boat nelayan dan juga ia memiliki surat dari Polsek dan camat banda sakti serta geuchik dan panglima laot, jelas muhammad seraya menunjukkan surat tersebut.
“Penyimpanan solar ini sudah saya lakukan selama delapan bulan untuk kebutuhan minyak operasional boat di TPI Pusong,” tutupnya.









