Diduga Halangi Tugas Jurnalist Karutan Aceh Timur Dilaporkan Kepolisi

10.594 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID – ACEH TIMUR – Ismail Abda wartawan senior yang juga menjabat sebagai ketua Persatuan Wartawan Aceh Timur (Pesawat) mengungkapkan dirinya telah mendapatkan perlakuan kasar dari petugas sipir dan juga tidak diperbolehkan masuk saat meliput berita kerusuhan didalam rumah tahanan (rutan) Idi, Kabupaten Aceh Timur, pada senin 25/09/2017)

Kepala rumah tahanan cabang Idi, diduga telah menghambat kinerja insan pers  saat melakukan peliputan berita di Rutan pada saat kerusuhan terjadi.

Ismail Abda menerangkan, saat kerusuhan didalam rutan dirinya ingin masuk kedalam ruang utama, untuk mengambil gambar, namun dirinya tidak menyangka mendapat perlakuan kasar dan dilarang masuk oleh oknum petugas sipir yang  saat itu bertugas.

“Saat itu saya mau mengambil gambar kerusuhan, saya mau masuk bersama dengan kedatangan Kapolres Aceh Timur, kemudian saya berencana mengambil gambar dalam ruangan utama, namun saya ditarik dan tidak diperbolehkan masuk,” ungkap Ismail Abda kepada sejumlah wartawan pada Rabu (27/09/2017)

Peristiwa  tersebut kata Ismail, merupakan salah satu tindakan yang melanggar hukum, sesuai dengan Undang-undang tentang pers, pasalnya hal tersebut dapat di anggap menghambat kerja wartawan dalam bertugas untuk mencari dan mendapatkan informasi, mengolah, dan memberikan kepublik.

Sementara itu, bendahara Pesawat Aceh Timur, T Munzir, wartawan senior, yang saat itu juga bersama Ismail saat kejadian terjadi,  turut membenarkan persoalan itu terjadi, menghalangi wartawan tidak di benarkan dengan alasan apapun, dan tindakan itu merupakan pelecehan yang tidak bisa ditolerir.

T Munzir juga akan melaporkan kasus tersebut kepada Kepolisian jika tidak di klarifiaksi oleh kepala rutan Idi.

Terkait permasalahan itu sejumlah wartawan yang tergabung dalam Pesawat, mengecam keras atas  tindakan yang dilakukan oknum petugas sipir rutan Idi, dan melaporkan tindakan yang tak beretika itu kepada Polres setempat.

Semantara itu Kalapas Idi Aceh Timur, Irdiansah Rana, pada saat ditemui puluhan wartawan mengatakan,

persoalan tersebut hanya karena miskomunikasi antara pihaknya dengan wartawan.

“ini kan miskomunikasi kerena saat itu sedang terjadi kerusuhan kedepan kita akan memperbaiki”kata Irdiansah Rana.

Teks : photo Ismail Abda Wartawan Aceh Timur saat melaporkan Kepala Rutan Idi kepolres Aceh Timur.

Bagaimana Menurut Anda?