Ditengah Himpitan Rumah Mewah Dan Perkantoran, Sekeluarga Mualaf Ini Belum Memiliki Tempat Tinggal

10.332 dibaca
Ditengah Himpitan Rumah Mewah Dan Perkantoran, Sekeluarga Mualaf Ini Belum Memiliki Tempat Tinggal

Ditengah Himpitan Rumah Mewah Dan Perkantoran, Sekeluarga Mualaf Ini Belum Memiliki Tempat TinggalBUANAINDONSEIA.COM, ACEH – Sulit untuk kita yakini bila di daerah Perumhan Mewah dan daerah perkantoran masih terdapat satu keluarga miskin yang tidak memiliki tempat tinggal, hanya menumpang tidur di salah satu gudang Farmasi milik Dinas kesehatan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Muhammad Yusuf 30 tahun, bersama Istrinya Santi 24 tahun, juga seorang buah hati mereka bernama Muhammad Al Hafis, usia 2,6 tahun, yang merupakan salah seorang muallaf, yang saat ini harus pasrah dengan kenyataan hidup yang dialaminya, selain tidak memiliki tempat tinggal mereka juga terancam busung lapar, akibat faktor perekonomian mereka, yang saat ini masih sangat semberaut.

Kepada Media ini, Minggu 16 April 2017, Muhammad Yusuf menceritakan kisah pahit dalam keluarga mereka, yang saat ini masih menumpang tidur di sebuah Gudang Farmasi milik Pemerintah, tepatnya di Desa Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Pemko Lhokserumawe, terkadang dirinya merasa berat untuk menjalani kehidupan seperti ini, tetapi apa hendak dikata mungkin garis hidup  yang telah ditakdirkan buat keluarga mereka seperti yang dialaminya saat ini.

“Yang sangat menyedihkan disaat mereka tidak kehabisan uang, dirinya menceritakan terkadang mereka harus ngutang mie instan diwarung dan seduh air putih, lalu itulah yang menjadi santapan  mereke demi menompang perut sedang keroncongan, Begitulah curhatnya pada Wartawan Media ini.

Muhammad Yusuf sangat berharap agar mendapatkan pekerjaan, supaya dirinya mampu memberi nafkah kepada keluarga, dan membahagiakan sang istrinya yang juga seorang Muallaf,” Saat ditanyakan tentang sikapnya setelah mengucapkan Dua Kalimasyahadat, Muhammad Yusuf menjawab, Ia sangat bangga menjadi seorang muslim, Menurutnya menjadi peganut Agama Islam, walau dalam kehidupannya terkucil dari keluarga besarnya, Namun dirinya merasa telah mendapat kemuliaan dalam Hidup, dan  merupakan Suatu ke isimewaan yang pernah Ia rasakan dalam kehidupan, Bahkan Muhammad Yusuf telah Mensyahadatkan Almarhum Ayahnya dan juga seorang Adiknya yang saat ini tinggal di Kota Pinang Sumatra Utara.

“Saya tak henti-hentinya mengucapkan rasa Syukur kepada ALLAH yang Maha Kuasa, yang telah meng Ilhami saya Agama yang sebenar dalam kehidupan kami, dan saya takhenti-hentinya ber Do,a, semoga ALLAH meng Ilhami kami sebuah rumah yang layak untuk kami hini, agar kami lebih lelusa untuk beribadah kepadaNYA, dan menjalani kehidupan sebagai muslim, serta dapat menjalan misi saya untuk Mesyahadahkan semua keluarga saya, tutup Muhammad Yusuf pada media ini.

Bagaimana Menurut Anda?