IMM Abdya Sesalkan Penembakan DI Aceh Timur

10.177 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, ACEH –  Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM )  Aceh Barat Daya (Abdya ) menyesalkan penembakan yang terjadi di Aceh Timur beberapa hari yang lalu, yang menyebabkan warga Dusun Simpang Desa Peunarun Baru Kecamatan Peunarun Aceh Timur ditembak orang tak dikenal, Minggu (5/3) sekitar pukul 02.30 WIB.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Aceh Barat Daya, Masrian Mizani dalam realis yang dikirim ke Media ini Senin 6 Maret 2017 dini hari.

Masrian menyebutkan, Kasus penembakan di Aceh seakan – akan sudah menjadi trend dan menjadi agenda rutinitas disetiap proses pergantian Kepala daerah, baik Gubernur maupun Bupati, dan kasus penembakan tersebut kerap diambil ketika momen pemilihan, apakah ini sebuah kesengajaan, atau memang sengaja direka sedemkian rupa, tentunya pertanyaan ini hanya pelaku yang bias menjawab.

“ Saya merasa heran dengan kasus penembakan yang terjadi di Aceh, dikarenakan hampir disetiap proses pemilihan kepala Daerah, Gubernur maupun Bupati, selalu diikut sertakan dengan memisahkan nyawa orang dari pemiliknya (membunuh) dengan cara keji dan tidak mengenal rasa belas kasihan, seakan – akan proses pemilihan ini belum sah, jika tidak membunuh atau menembak saudara sebangsa dan setanah air” Tanya Masraian

Masrian juga menyebutkan, Aceh sebagai Provinsi yang menerapkan Syari’at Islam, seharusnya menjadi contoh untuk provinsi – provinsi lain dalam penerapan proses pilkada yang damai,aman dan tentram, meskpun Aceh adalah daerah bekas konflik, namun tidak tertutup kemungkinan bagi warga Aceh untuk memberikan sinaran baru dalam perbaikan demokrasi ang bermartabat.

“ Sebagai provinsi yang menerapkan Syari’at Islam secara Kaffah, Aceh sebenarnya menjadi salah satu provinsi yang mencerminkan sikap demokrasi yang anggun dan unggul, tanpa saling sikat – skut, apalagi harus menghilangkan nyawa saudara sebangsa dan setanah air” Kata masrian

Sebenarnya, lanjut Masrian, bukankah sebelum proses pemilihan dilaksanakan, semua calon Gubernur maupun Bupati sudah sepakat mengikrarkan “sumpah” damai ketika melepaskan balon sebegai bentuk perdamaian, ataukah hajatan itu hanya sebagai bentuk slogan dan tontonan semata dikalangan pubik.
“Terkadang, kita sempat timbul tanda tanya besar dengan kesepakatan semua calon, baik Cagub maupun Cabup ketika menanda tangani kesepakatan pemilu damai, yang terkesan serius padahal abal – abal, buktinya, kita bias melhat sendiri kasus penembakan yang baru – baru ini” tutup Masrian

Masrian juga meminta agar pihak kepolisan benar – benar serius dalam mengusut kasus penembakan ini, disebabkan kasus penembakan merupakan kasusu yang sangat serius dan bias mengganggu perdamaian yang selama ini sudah dijaga dan dirawat di Aceh, jangan sampai gara – gara kasus ini, masyarakat Aceh gelisah dan trauma seperti keadaan konflik dimasa dulu.

“Saya meminta agar phak kepolisian benar – benar serius dalam menangani kasus ini, demi keberlangsungan perdamaian di Aceh yang selama ini dijaga dan dirawat dengan baik” pinta nya

BUANA HITS AND NEWS RADIO ONLINE

YARA LAPORKAN KASUS PENEMBAKAN KEPALA DESA OLEH OKNUM POLISI KE POLDA ACEH

Bagaimana Menurut Anda?