BUANAACEH.COM, BIREUN – Pasca merengnya jembatan lintas Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Krueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireun, mengakibatkan kemacetan panjang setiap hari terjadi disana, Sabtu 21 Januari 2017.
Amatan BUANAACEH, merengnya jembatan krueng Tingkeum di akibatkan oleh tumpukan sampah yang menyangkut di tiang tengah penyangga jembatan bahkan saat ini penyangga jembatan telah terlihat mulai retak dan jembatan terlihat telah holeng ke sebelah kiri, sehingga pengguna jalan harus mengantri untuk melewati jembatan tersebut.
Zainuddin, warga setempat menyebutkan merengnya jembatan Krueng tikeum terjadi pada malam Jumat 20 januari 2017, jam 01:00, yang diakibatkan meluapnya air sungain tersebut dan banyak batang pohon serta sampah terbawa oleh arus air sungai yang mengalir sangat tajam, sehingga menyangkut di tiang penyangga jembatan.
“Jembatan yang di bangun pada tahun 1990an oleh perusaan PT Perumahan Persero (PP) itu saat ini terlihat mereng, dan hanya dapat di pungsikan satu arah saja, sehingga mengakibatkan ke macetan hebat setiap harinya, ungkap Zainuddin.
Setiap hari terlihat puluhan personil Kepolisian di kerahkan ke Lokasi untuk mengatur kelancaran Lalulintas, mungkin karena banyaknya pengendara mobil serta sepeda motor yang hendak melintasi jalan tersebut hingga mengakibatkan kemacetan panjang setiap harinya.
Sumber lain menyenbutkan pihak pemerintah sudah datang melihat kondisi jembatan tersebut, bahkan kemaren ada kabar Tim dari perencanaan Provinsi Aceh, juga akan datang untuk melihat kondisi jembatan tersebut, dan dalam waktu dekat pemerintah akan membangun kembali, ungkap salah satu warga di tingkeum.







