Ketua KNPI Kecamatan Julok Sesalakan Sikap Perusahaan di Indra Makmu

11.053 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH TIMUR – Pengamanan mega proyek di Julok Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur dinilai sangat berlebihan, masyarakat julok sangat menyesali pengamanan yang dilakukan oleh satu perusahaan yang mengangkut material di proyek tersebut.

Rahmatsah Saputra yang saat ini menjabat Ketua KNPI Kecamatan Julok, Kamis 15 Juli 2017, Menyebutkan, sikap salah satu Perusahaan proyek vital negara di wilayah julok, melakukan pengaman yang sangat berlebihan sehingga mengakibatkan trauma besar untuk masyarakat setempat, sebagai mana masyarakat disana yang seluruhnya masih troma terhadap masa komflik Aceh beberapa tahun lalu.

“Sebelumnya, kami masyarakat mengangap dengan kehadiran mega proyek diwilayah kami dapat membuat kenyamanan dan ketentraman serta kesejukan untuk Maskat di wilayah kami tapi ternyata tidak, malah sebaliknya dengn kehadiran perusahaan tersebut, dapat mengingatkan kembali masyarakat disana terhadap Komflik Aceh yang berkepanjangan yang telah lama terlupakan.

Dirinya juga menyebutkan, masyarakat sekitar proyek itu bukan pencuri, juga bukan perampok, dan perusuh, kami anak bangsa yang memiliki moral serta peradaban, kamimasayarakat sudah menerima kehadiran perusahaan itu, diwilayah kami, setidaknya puhak perusahaan juga dapat menghargai keberadaan kami diwilayah kerja kerja perusahan, bukan malah memasang keamanan yang di anggap oleh masyarakat terlalu berlebihan, dan menimbulkan trauma bagi mastarakat, papar Rahmat.

Lanjud Rahmad, Saya atas nama Ketua KNPI Kecamatan Julok, Aceh Timur sangat menyesalkan tindakan yang diambil oleh pihak perusahaan, lakukan mereka dengan dalih untuk pengamanan material yang di angkut untuk pembangunan mega proyek dari pelabuhan Simpang Lhee, menuju CPP.

Pengaman yan di lakukan oleh pihak perusahaan yang menurunkan seratusan aparat negara, baik TNI atau Polri, dapat mengingatkan masyarakat dan menimbulkan kembali rasa trauma masyarakat kembali,” Kami sudah damai, kondisi Aceh sudah kondusif dan aman, kenapa pihak perusahaan harus melakukan pengamana seperti itu, yang membuat warga resah, imbuh Rahmat.

“Dirinya meminta pihak perusahaan untuk mengavaluasi kembali terhadap sikap mereka dengah hal tersebut, karena selama ini kami atas nama masyarakat belum pernah melakukan kekacauan di dalam kawasan beroperasinya kegiatan perusahaan, tutup rahmat.

Bagaimana Menurut Anda?