Aceh Utara, BuanaIndonesia.com – Makam pahlawan nasional yang gugur dalam pertempuran hebat melawan pasukan Marsose Belanda pada 25 oktober 1910 luput dari perhatian pemerintah. Jangan sekali kali melupakan sejarah seolah hanya jadi slogan di spanduk-spanduk jelang peringatan hari kemerdekaan saja. Makam pahlawan negeri yang seharusnya senantiasa terpelihara sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasanya, kini terlihat kumuh dan tidak terurus. Kali ini BuanaIndonesia.com melakukan penelusuran ke makam pahlawan wanita asal tanah rencong, Cut Mutia.
Makam Cut Mutia terletak di perbukitan gunung Lipeh dan diapit oleh tiga kecamatan diantaranya Kemata Matang Kuli, Paya Bakong, dan Cot Girek. Kondisi medan jalan yang sulit dan rawan, mengakibatkan makam bersejarah ini sepi peziarah dan wisatawan.
Sebenarnya bukan sekali ini saja media massa memberitakan kondisi makam Cut Mutia yang memprihatinkan ini. Entah apa yang ada didalam benak para penguasa kini, seolah pemberitaanpun dianggap sepi.
T.Hidayatuddin salah satu dari tim delapan belas yang saat itu menjadi tim pencari makam Cut Mutia mengungkapkan, untuk pertamakalinya makam Cut Mutia ditemukan pada 6 desember 1987. Tim pencari makam Cut Mutia, terdiri dari beberapa instansi, ormas, kementrian sosial, dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan saat itu.
” Pada saat itu tim tersebut menghabiskan waktu empat hari empat malam untuk menebus ke makam Cut Mutia, melewati hutan semak belukar dan membuat jalan setapak, karena belum ada jalan yang bisa di akses, itu juga berkat adanya salah seorang penunjuk jalan bernama abdulla yang akrab di sapa sebagai pawang hutan, ” katanya
Sementara itu T.Rafliansyah generasi ketiga dari keturunan Pahlawan Nasional Cut Mutia berharap pemerintah agar membangun sarana serta prasarana jalan menuju ke makam Cut Mutia.
” Agar tempat yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Utara mudah untuk di akses. pemerintah juga agar merawat semua situs bersejarah(cagar budaya) secara berkelanjutan, agar sejarah negara ini menjadi kebanggaan untuk generasi bangsa ke depan ” Harap Rafliansyah
Terkait
Bagaimana Menurut Anda?