MPU Kota Subulussalam Layangkan Surat Pembatalan Pembangunan Patung

15.986 dibaca
MPU Kota Subulussalam Layangkan Surat Pembatalan Pembangunan Patung
Gerakan Kawal Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Kota Subulussalam. Melakukan aksi unjuk rasa. di depan Mesjid Assilmi Subulussalam. Ba'da Jum'at (19/05/17). Menolak pembangunan patung

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH – Aksi penolakan terhadap pembangunan patung di kota Subulussalam terus berlanjut, kali ini giliran dari Gerakan Kawal Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Kota Subulussalam. Bahkan, penolakannya itu dilakukan dengan berunjuk rasa di depan Mesjid Assilmi Subulussalam. Ba’da Jum’at (19/05/17).

Aksi dihadiri ratusan orang, menuntut Walikotanya membatalkan pembangunan patung. Edy Syahputra Bako selaku ketua koordinator GKF MPU Aceh, Dalam Orasinya mengatakan, Patung adalah lambang kemusyrikan.”Kewajiban bagi kita yang dipimpin (rakyat) untuk meluruskan pemimpin kita, bila ia melenceng dari ajaran agama Islam. Jangan kita berdiam dan mendiamkan, hingga kita ikut terjerumus bersamanya kedalam kemusyrikan. Beranilah menyampaikan kebenaran kepada pemimpin apapun konsekwensinya.” Kata Edy

Semewntara itu Ridwan Husein ketua Forkab Subulussalam dalam orasinya mengatakan agar DPRK jangan berdiam diri. Karena, DPRK merupakan perpanjangan tangan rakyat yang mayoritas dan di bumi Islam. “Pembangunan patung sudah melanggar Syariat Islam yang berlaku di Aceh.Di kota Subulussalam kemiskinan meningkat, kemaksiatan merajalela mengapa dengan sembarangnya Walikota menggunakan anggaran untuk hal-hal demikian.Dan jika pembangunan patung ini terjadi, Walikota telah mengadu domba rakyat yang terdiri dari berbagai suku dan agama.Jika pembangunan patung tetap dilanjutkan kami siap menghancurkannya dengan mempertaruhkan nyawa kami,” ujar Ridwan Husein.

Uang rakyat dipergunakan untuk membangun patung itu, Lanjut Ridwan, merupakan perbuatan sombong ditengah masyarakt miskin. “Jika perihal ini disepelekan, kami akan gerakkan umat Islam yang lebih besar lagi dari seantero Aceh. Dan kami Forkab mantan-mantan pejuang GAM adalah pendiri dan pembela Syariat Islam di bumi Aceh ini, jangan coba-coba melanggarnya.Walikota tidak berhak menggunakan dengan sembarangan dana APBK. Dan bila tetap dilaksanakan pembangunan patung tersebut maka Walikota sudah melanggar Syariat Islam Fatwa MPU Aceh Nomor 12 tahun 2013 point 12 dan 15, dan bagi pelanggar Syariat Islam hukumannya dicambuk.” tambah Ridwan.

Syarbaini dari FPI Subulussalam menjelaskan, aksi mereka tidak dipolitisir. Jalankan murni demi membela agama. ‘Kami bukan orang bodoh,mengapa DPRK berdiam diri, dan mengapa pembangunan patung ini bisa masuk kedalam APBK 2017.Jika hal ini tetap berlanjut kami siap bongkar kebusukan didalam APBK tersebut. Masih banyak pengaduan-pengaduan masyarkat yang belum kami bongkar seperti Perpanjangan HGU PT.LAot Bangko, Judi Togel dan lainnya.” ujar Syarbaini.

Sementara itu Hasby Bustami Meuraxa menyampaikan orasinya. Selaku suku asli Singkil yang Islami tempat lahirnya 44 Syeh terkenal didunia, harus malu bilamana di negeri ini di bangun patung-patung. Sekecil-kecil syirik adalah sebesar-besar dosa, pembangunan patung ini lebih parah dari kemaksiatan lainnya, yang juga sedang merajalela dibumi Hamzah Fasuri ini.”tambah Hasby.

Kami beri apresisasi yang tinggi kepada Kaplores Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Milyardin yang telah menengahi permasalahan ini,sehingga kemarin Kamis 18 Mei 2017 Majelis Permusyawaratan Ulama Kota Subulussalam berani melayangkan sepucuk surat kepada Walikota untuk membatalkan rencana pembangunan patung tersebut. Aksi damai hari ini tidak ada muatan politik,dan kepada Walikota Subulussalam, sebagai teman, saya mengingatkan agar segera bertobat.Allah sangat menyukai orang-orang yang bertobat dari kesalahannya tegas Hasby.
Dipenutup Aksi damai tersebut Edy Syahputra Bako menyampaikan tiga tuntutan rakyat (tritura) Subulussalam yaitu mendesak pemerintah Kota subulussalam untuk segera meruntuhkan patung didepan kantor Camat Rundeng, patung di Lae Ikan dan membatalkan pembangunan patung Tari Dampeng yang tidak sesuai dengan Syariat Islam. Mendesak MPU Aceh untuk segera turun menyikapi pembangunan patung di kota Subulussalam dan mendesak pemerintah Kota subulussalam untuk segera menegakkan Syariat Islam secara sungguh-sungguh dengan memberantas segala maksiat perjudian togel, warung tuak dan Narkoba yang telah merajalela di Kota Subulussalam.

Bagaimana Menurut Anda?