BUANAINDONESIA.CO.ID, SUBULUSSALAM – Puluhan unit rumah di Cepu Indah hangus di lalap si kago merah, kejadian tersebut sempat membuat warga panik, pasalnya, api yang berasal dari dapur salah satu rumah disana, dengan cepat merambah kerumah yang lain, hingga menghanguskan puluhan rumah dalam musibah tersebut.
Kejadian tersebut terjadi pada hari minggu 11 juni 2017 sekitar jam 12.00 Wib, kebakaran di dusun cepu indah, desa subulussalam tumur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, menghanguskan puluhan rumah, termasuk rumah kepala Desa Subultim juga ikut terbakar.
Mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Subulussalam di kerahkan untuk memadamkan api, tetapi pada saat mobil pemadam datang kelokasi kejadian, sudah enam unit rumah telah ludes terbakar, karena lokasi kebakaran dikawasan padat penduduk, hingga mobil pemadam sangat sulit menuju kelokasi, sehingga membuat tim pemadam kewalahan untuk memdamkan api.
Amatan media ini lokasi kejadian, terlihat puluhan rumah ludes, walau tiga unit mobil pemadam dikerahkan untuk melakukan pemadaman, namun untuk memadamkan kebakaran itu menghabiskan waktu hingga 1,5 jam.
“Dikabarkan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut,tetapi kerugian harta benda diperkirakan mencapai milyaran rupiah.
Kepala desa subultim yang dihubungi awak media, dirinya tidak bisa berbuat banyak karena rumahnya juga ikut terbakar, menurutnya kinerja tim damker Kota subulussalam belum profisional dalam melakukan pemadaman, bahkan dari tuga unit mobil damkar yang dikerahkan, hanya dua mubil saja yang dapat berfungsikan, satu unit lagi rusak alconnya, warga terlihat kesal menunggu hingga tiga puluh menit, saat pengisian air, karena satu armada tidak dapat difungsikan sehingga sangat berdampak pada proses pemadaman, warga sempat emosi dan melempari serta melakukan pemukulan terhadap awak mobil damkar yang rusak itu.
Kepala desa subultim juga berharap untuk kedepannya kinerja pemadam kebakaran harus ditingkatkan dan cekatan, sebab pada saat pemadam datang kelokasi, banyak rumah yang masih bisa terselamatkan dan belum dilahap sijago merah, tetapi karena tim damker tidak mampu mengantisipasi kendala teknis pada pemadaman termasuk penempatan mobil damkar sehingga api dengan mudah menjalar dari satu rumah kerumah yang lain, ungkapnya.
Kades subultim Golak, berharap kepada pemerintah agar memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang telah menjadi korban kebakaran itu, apa lagi kejadian ini bertepatan pada bulan ramadhan,”kemana warga akan tinggal,sementara ibadah puasa sedang dijalani” ujarnya dengan nada sedih.
Informasi yang di himpun pada pada masyarakat mengatakan bahwa Wakil walikota subulussalam drs salmaza sudah datang ke lokasi kebakaran tersebut dan sempat menjenguk korban kebakaran yang saat ini tinggal di Mesjid Al Istuqamah di desa tersebut.
Ismady dedi










