Syariat Islam, Pergaulan Bebas Hingga Penyandang Cacat Materi Debat Publik Calon Walikota Lhokseumawe

17.029 dibaca

BUANAACEH.COM, LHOKSEUMAWE – Debat publik tahap 2 pasangan calon walikota Lhokseumawe periode 2017-2022 kembali di gelar oleh KIP Lhokseumawe di hotel Lido Graha, Senin malam 30 Januari 2017.

Debat publik dengan tema “Penerapan Syariat Islam, Pemberdayaan Perempuan, Pemuda dan Olaharaga serta Lingkungan Hidup” itu dihadiri oleh 4 (empat) paslon walikota, Pemko Lhokseumawe, ketua DPRK, M. Yasir dan puluhan pendukung masing-masing pasangan calon. Debat tahap kedua dipandu oleh moderator, Mohd Heikal, tokoh pemuda yang juga dosen Unimal.

Komisioner KIP Lhokseumawe, Dedi Syahputra, mewakili ketua KIP dalam kata sambutannya mengatakan bahwa debat putaran kedua tersebut merupakan debat yang terakhir yang diselenggarakan. Ia berharap masyarakat dapat berpartisipasi pada hari pemungutan suara pada 15 Februari 2017 mendatang, “Salam pilkada damai, semoga melahirkan pemimpin yang berkualitas” demikian slogan yang ia sampaikan.

Proses debat publik tahap 2 ini tidak jauh berbeda dengan putaran pertama dimana seluruh paslon dimintakan untuk menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh para panelis dan segmen berikutnya saling tanya jawab antar para paslon.

Seluruh pasangan calon memiliki komitmen yang besar untuk menegakkan syariat Islam, hanya saja masing-masing paslon memiliki pendekatan yang berbeda terhadap isu tersebut. Paslon nomor urut 3 (Rachmatsyah-T. Noufal) dan paslon nomor urut 4 (Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad) terlihat lebih melakukan pendekatan dengan upaya pencegahan dalam penerapan Syariat Islam dan pemberantasan kenakalan remaja dan pergaulan bebas di Lhokseumawe.

Namun, semua paslon sepakat bahwa permasalahan sosial tersebut harus diatasi dari keluarga, dan peran pemerintah hanya memfasilitasi dengan menyediakan media kreatifitas bagi para generasi penerus bangsa.

Selain itu, isu keberpihakan paslon kepada penyandang cacat dan disabilitas turut diapresiasi oleh tamu dan hadirin. Bahkan paslon nomor urut 3 berjanji bila ia terpilih akan mengahadirkan seorang dari kaum marjinal itu sebagai pembaca ayat suci Alquran dalam seremonial pelantikan.

“Tolong ingatkan saya, nanti saya janji jika terpilih akan mengundang tuna netra itu untuk acara pelantikan” ujar Rachmatsyah selain memberikan santunan untuk mereka.

Sementara paslon nomor urut 4, sebagai calon petahana menyampaikan bahwa keberpihakan pemerintah untuk kelompok tersebut sudah dibuktikan dengan program yang telah ia jalankan.

“Ada beberapa hal yang sudah kita lakukan selama ini, dan kedepan terus kita upayakan. Setiap bulan kita memberikan jadup kepada tuna netra dan cacat berat, berupa uang santunan sebesar 500 ribu rupiah” ungkap Tgk Suaidi Yahya.

Sementara paslon no urut 1 (Helmi Musa Kuta-Hj. Maisyuri) dan paslon nomor urut 2 (Zulkifli-Amni) juga berkomitmen akan memberikan santunan kepada penyandang disabilitas.

Debat publik yang dimulai pukul 21.00 WIB berkahir 2 jam kemudian. Sempat terjadi sedikit insiden  kecil, dimana salah seorang pendukung paslon menyebut pengkhianat kepada pasangan Zulkifli-Amni pada saat menjawab pertanyaan moderator. Zulkifli yang kerap disapa Dolly tidak terima diteriaki seperti itu, dan justru menantang kembali pemuda yang mengganggu kelangsungan acara. Namun, pihak keamanan dari Polres Lhokseumawe dengan sigap dapat meredam situasi dengan mengamankan pemuda tersebut dan beberapa rekannya dari lokasi acara.

Bagaimana Menurut Anda?