
LANGSA, BuanaIndonesia.com – Berbicara merdeka semua rakyat didunia menginginkan hal itu, namun kemerdekaan indonesia yang hampir mencapai satu abad tidak pernah di nikmati oleh rakyatnya, hal itulah yang di alami oleh para pensiunan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Aceh begitu juga di daerah lain di Negeri ini.
Seperti dialami Jamiran ( 51 tahun ) warga Gampoeng Paya Bujok Seulemak kecamatam Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh. Pria ini harus bergelut dengan teriknya mata hari jadi penarik becak untuk menutupi kebutuhan keluarga.
Pada Minggu, 25 September 2016 Jamiran bapak tiga anak ini menuturkan harus menarik becak bermotor untuk kebutuhan sehari hari Gaji pensiunnya hanya Rp 680.600 perbulan dianggap tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup, apa lagi untuk biaya pendidikan anaknya yang masih SMA dan SMP. Mirisnya satu anaknya harus berhenti kuliah karena tidak sanggup membiayainya.
Suami dari Ainul Mardiah ini sudah mulai bekerja di kantor PT Pos Indonesia cabang Langsa sejak tahun 1984 dan pensiun pada Februari 2016 dengan pangkat/golongan III-C. Saat ini meminta perhatian pemerintah, kementerian BUMN dan pimpinan PT. Pos Indonesia untuk mencari solusi bagi pensiunan yang hidupnya di bawah garis kemiskinan.
Lebih lanjut menambahkan, para pensiunan PT. Pos Indonesia saat ini hidupnya sangat memprihatinkan, bahkan berdasarkan slip gaji yang di dapat BuanaIndonesia.com, para pensiunan BUMN tersebut ada yang digaji dibawah dua ratus ribuan.










