Terkait dengan pasar susoh, Dewan Desak Camat Bentuk Tim Pengelola Pasar

11.836 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, ACEH  – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Agusri Samhadi mendesak camat Tangan-Tangan untuk segera membentuk panitia pasar Tangan-Tangan, dalam hal penertiban pengelolaan pasar, demi pembangunan kecamatan Tangan-Tangan kedepan, Kamis 9 Maret 2017.

Pasar kecamatan Tangan-Tangan yang berada didesa Gunong Cut, saat ini terlihat tanpa ada yang urus. Semestinya, pasar tersebut harus dibenahi sistem pengelolaan yang benar, karena selama ini pasar itu hanya dikelola oleh pihak-pihak tertentu, sehingga menimbulkan kecemburuan sosial pihak-pihak lain.

Agusri Samhadi, salah seorang anggota DPRK Abdya dari kecamatan Tangan-Tangan mendesak camat untuk segera mengambil kebijakan terkait pasar tersebut, karena disebutnya, hal itu menghindari konflik sosial di masyarakat, serta ia menyarankan agar dalam waktu dekat pihak kecamatan harus memanggil semua pihak

“Sesegera mungkin, camat harus panggil semua, bukan pihak desa Gunong Cut dan panitia pasar saja”, desak politisi muda tersebut

Agus juga menegaskan, persoalan yang sedang terjadi itu jangan dianggap hal remeh, sebab persoalan pembangunan kecamatan Tangan-Tangan tidak bisa seperti air mengalir, namun hal itu harus memiliki energi yang lebih. Desakannya juga terkait penyetoran dari penghasilan pasar tersebut, pihak kecamatan saat ini harus mengambil alih sementara pasar itu, hingga terbentuk paniti yang baru yang mampu mengelola pasar menjadi lebih berkembang, akan tetapi bukan hanya mengambil keuntungan semata

“Ini harus tegas, jangan bertele-tele, kapan waktu untuk dibentuk ini, dan saya berharap stop dulu penyetoran kesana, pihak kecamatan ambil alih sambil pihak kecamatan membentuk panitia baru yang profesional”,tegasnya

Sedangkan menyangkut pengawasan yang dilakukan dewan, selama ini menurutnya pengawasan terhadap pasar tersebut tetap berjalan. Tiga anggota DPRK Abdya dari kecamatan Tangan-Tangan itu yakni Agusri Samhadi (Partai Golkar), Muklis. AW (PKPI) dan Mahmud Hasyem (PAN), disebutnya, pada saat melakukan pansus dewan telah menyampaikan yang menjadi persoalan di kecamatan Tangan-Tangan, salah satunya menyangkut dengan kios baru dan persoalan penyediaan air bersih untuk pasar.

“Tapi kami di DPR tidak pernah disampaikan ada nya persoalan tentang itu, artinya manajemen yang tidak bagus tidak pernah disampaikan kepada kami”, ungkapnya.

Bagaimana Menurut Anda?