Akibat kegiatan proyek Pemerintah, Wisata Laut Bantaian Tutup

19.567 dibaca
Pantai Bantayan

BUANAACEH.COM, ACEH UTARA – Penutupan wisata Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada lebaran Idul Adha lalu dinilai  kegagalan dalam membangun ekonomi masyarakat melalui bidang pariwisata di daerah. Pasalnya,  akibat penutupan itu, sedikitnya ada sekita 60 warung penyedia makanan banyak gulung tikar.

Hasil investigasi BUANAACEH.COM di lokalisasi wisata pantai tersebut, penutupan pantai itu disinyalir berbau konflik kelompok, itu diduga dipicu oleh kepentingan untuk mendapatkan proyek pembangunan di lokasi wisata tersebut.

Ketua panitia wisata pantai T. Miftahuddin saat dikonfirmasi mengatakan, ada fitnah dibalik penutupan lokasi wisata pantai Bantayan tersebut. padahal sebenarnya Ada pihak-pihak tertentu yang mengharapkan jatah proyek. sehingga isu dan fitnah tersebut dimunculkan.

Diduga, Mereka menghendaki dapat meraup ke untungan dari proyek tersebut, dan berharap menjadi pelaksana kegiatan, “sehingga, mereka mempolitisir tokoh dan pemuka Agama (ULAMA) dengan menyebutkan tempat ini saring terjadi kemaksiatan, ini fitnah.” terang Miftahuddin didampingi Geuchik (Kepala Desa) Bantayan Faizal Umri. Kamis (20/10/16) tanpa menyebutkan pihak mana yang dimaksud.

Ia menegaskan, selama pantai tersebut dioperasikan, pihaknya telah menjaga, merawat dan melakukan antisipasi terhadap pasangan non muhrim untuk melakukan tindakan yang melanggar syariat Islam.

“Selama ini ditempat wisata itu belum pernah kedapatan pasangan muda-mudi berduaan ditempat yang sepi, kita selalu menjaga dengan baik. Namun, ada pihak – pihak justru menyebarkan fitnah bahwa kami membiarkan aksi maksiat terjadi, dan itu saya nyatakan tidak benar.” Kata Miftahuddin

Bagaimana Menurut Anda?