Pesan Senator Sudirman. Ini Kata dia

15.039 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Suasana Duka dan masih menyelimuti rumah Almarhum Muhammad Zubir (30), korban penembakan yang dilakukan orang tak dikenal, di Negara Malysia.

Menurut sumber yang diterima media ini, pembunuhan tersebut sampai saat ini belum diketahui motifnya, saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh pihak polisi setempat.

Sementara Sudirman Anggota DPD – RI, alias Haji Uma, kepada media, Selasa (31/10), mengatakan, kejadian tersebut merupakan sebuah pembelajaran bagi semua.

“Karena, akibat dari pada proses administrasi kita serta tidak taat, maka terjadi kepayahan dalam urusan. Untuk itu, Bagi kita masyarakat yang ingin bekerja keluar negeri, harus menggunakan cara – cara yang legal. Jangan sampai hal serupa terulang kembali, cukup ini yang pertama dan terakhir”. pesan Haji Uma.

Menurut H Uma, kita sangat mendukung proses yang dilakukan Pemerintah Malaysia, terutama dalam mengungkap kasus yang terjadi ini. Bila kita merujuk kepada undang – undang yang berlaku di Malaysia, kata Haji Uma, hutang nyawa, dibayar nyawa.

Artinya, hari ini mereka memperlakukan hukum, kalau mereka berada dalam ranah Malaysia, itu hukuman pancung yang diterima oleh pelaku tersebut. Kalau menurut keluarga, saya rasa itu sangat adil.

Untuk otak pelaku sendiri, terang dia, istri dari almarhum M. Zubir. Dia sudah mengaku dan satu orang lagi juga sudah mengaku itu pembunuhnya.

“Cuma perlu pembuktian, yang harus disidik oleh pihak kepolisian disana, adalah saksi. Yang menyulitkan saat ini adalah, Syahrul Ramadhan, papar Sudirman, dia hadir setelah kejadian dan Syahrul hanya berpas – pasan dengan dua orang di lokasi tersebut”. Tandasnya

Menurut Syahrul, kata Haji Uma, dia menduga dua orang tersebut yang dilihatnya, diduga sebagai pelaku dari penembak abang Zubir. Tetapi Syahrul sendiri tidak bisa menyebutkan  bahwa itu memang pelakunya.

Ketika penyelidikan dilakukan oleh pihak kepolisian, terkait dua orang yang dikatakan Syahrul. Istri dari almarhum, ia mengaku tidak pernah ada dua orang yang dijumpai ditempat tersebut.

Menurut istri korban, yang dikatakan Syahrul, dua orang diduga sebagai pembunuh Zubir, itu bukan orangnya, tambah Haji Uma.

Selain itu, kata Sudirman, saat ini ada sekitar 600.000, orang lebih warga Aceh di Malaysia, “awalnya masuk melalui melancong, terus bekerja disana. Datang tidak resmi tanpa dokumen yang lengkap. Bekerja tanpa masuk Pjtki resmi, dari 600.000, orang, hanya 40.000, orang yang legal bekerja di Malaysia”. tutup Anggota DPD RI, Sudirman

Bagaimana Menurut Anda?