Penerima Dana PKH di Aceh Jaya Meningkat

12.777 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Bupati Aceh Jaya T. Irfan TB, melalui Sekda Mustafa Melauncing Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (6/3/2018).

Mustafa dalam sambutannya mengatakan, Program PKH itu bersumber dari dana APBN. Dapat diambil langsung melalui BRI dengan menggunakan kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

Pengambilan dana ini, berlaku dengan sistem triwulan, 1 tahun empat kali pengambilan. Nominal yang diterima per KK Rp. 1.950.000,’. Dengan keseluruhan penerima di Aceh Jaya, berjumlah 5.122 KK,

“Dari keseluruhan penerima, saat ini baru dua kecamatan dulu, yaitu Kecamatan Setia Bakti dan Krueng Sabee, untuk kecamatan lainnya akan menyusul”, ujar Sekda.

Sekda mengungkapkan jumlah penerima Program PKH di Aceh Jaya mengalami penambahan dari 2.896 menjadi 5.122 KK.

“Dengan penambahan ini bukan berarti ada peningkatan kemiskinan di Aceh Jaya, akan tetapi, Penambahan ini adalah Program Pemerintah pusat yang melalukan perluasan PKH secara Nasional dari 6 juta penerima menjadi 10 juta”. terang Sekda Mustafa.

Dikatakan Sekda, Program PKH  di Aceh Jaya sudah berlangsung sejak 2008. Dan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya ke depan berencana akan meningkatkan sharing anggaran untuk mendukung pelaksanaan PKH.

Sementara, Al Hudri, Kepala Dinas Sosial Aceh menambahkan, dana yang didapat agar dipergunakan secara baik, jangan untuk konsumtif, tetapi produktif

Kata dia, dana ini hibah murni dari APBN yang diperuntukan kepada masyarakat. Gunakan dana ini dengan sebaik-baiknya untuk keperluan sehari – hari, baik belanja sekolah anak dan biaya pendidikan anak dan keperluan perut.

“Untuk apa kita bergaya bila kebutuhan perut tidak terurus dan urusan di rumah terabaikan”, pesan Al Hudri.

Selain itu, ujar Al Hudri, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya memberikan dukungan penuh pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Aceh Jaya, baik sharing anggaran operasional maupun kegiatan pendukung PKH lainnya.

“Pemkab juga harus pro-aktif memonitoring dan evaluasi program ini agar tepat sasaran dan tidak ada penyelewengan dana di lapangan”, tukasnya.

Bagaimana Menurut Anda?