ACEH, Buanaindonesia.com- Kawasan pesisir timur Aceh, meliputi Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, dan sebagian kabupaten Aceh Utara, saat ini menjadi distinasi jalur hijau bagi mafia penyeludup barang barang dari negeri jiran Malaysia, Thailand dan Fietnam. diantaranya, gula, beras, bawang merah dan bawang putih, pakaian bekas (monza) dan barang bekas lain nya, tidak kecuali barang haram shabu sahabu, yang banyak beredar di Aceh.
Disamping banyaknya alur-alur yang menjadi pelabuhan tikus, kurangnya personil ditenggarai sebagai faktor bannyaknya penyelundupan. Diperparah lagi dengan tidak memiliki armada pendukung.
Kepala Bea & Cukai Pratama Kuala Langsa Mulyadi pada awak media menyebutkan, tugas Bea & Cukai hanya di laut, kalau sudah di darat itu urusan Polisi,
“Paling kami di panggil sebagai saksi ahli, ‘ujarnya.
“Untuk melakukan operasi kami tidak memiliki peralatan dan armada di tambah personil kami yang cuma berapa orang saja, apa lagi setelah di kurangi dengan personil wanita, kan tidak mungkin petugas wanitanya tengah tengah malam kita ajak untuk melakukan operasi.” Tutup Mulyadi.
Editor: M. AB








