Keluarga Mantan Kombatan GAM Masih Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

15.032 dibaca

BUANAACEH.COM, ACEH UTARA – Janda tiga anak warga Desa Blang Raleu, Kecamatan Simpang Kramat Kabupaten Aceh Utara, harus pasrah dengan kenyataan hidup, sampai saat ini Fauziah janda yang memiliki tiga anak,  harus hidup di rumah reot yang tidak layak huni.

Amatan buanaaceh,com, minggu 23 oktober 2016 Fauziah, bersama tiga anaknya, Rahati22, Yuni sara18, mursit15, yang tidak pernah mendapatkan perhatian pemerintah. Pasalnya Fauziah sudah bertahun-tahun harus hidup menjadi janda serta menjadi tulang punggung untuk menghidupi putra-putrinya, hasil dari pernikahannya 23tahun silam, namun  suaminya telah di panggil untuk mengahadap Sang Khalid. Muslim suami dari Faziah telah gugur dalam perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 1997 silam.

Fauziah yang sehari – harinya bekerja sebagai petani dan terkadang dia rela menjadi buruh walau upahnya yang dia dapat tidak terlalu besar. Namun karena faktor desakan ekonimi, sehingga Fauziah rela bekerja apa saja demi menghidupi Anaknya, Fauziah tidak tau kemana harus mengadu nasip getir yang dirasakannya selama ini.

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, itulah bahasa filsafas yang bisa  diumpama dalam kehidupan Fauziah. Semenjak suaminya ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) pada saat itu, Fauziah harus mengambil alih tugas suaminya sebagai tulang punggung keluarga.

Muslim suami Fauziah yang dikenal sangat baik serta bertanggung jawab, Muslim juga dikenal sangat bertanggung dalam segala tugasnya yang diembankan kepadanya sebagai Tentara pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muslim juga yang pernah mendapatkan pelatihan di Luar Negeri yang beribu Kotakan Tripoli, Muslim semasa hidupnya di kenal sebagai sosok yang sangat ramah dan sangat bertanggung jawab terhadap perjuangan yang di pimpin Hasan Tiro, Sekalipun Nyawa harus berpisah dengan Raga.

Fauziah juga seorang wanita yang memiliki jiwa tergar, walau beliau sudah beberapa kali mengajukan surat permohonan bantuan rumah untuk kaum duafa, namun rumah tersebut sampai saat ini belum kunjung di bangun, dan Fauziah pun harus pasrah menerima kenyataan hidupnya, namun demikian Faziah selalu berharap ada uluran Pemerintah, alasannya pemerintah  yang saat ini menjabat di Aceh juga teman seperjuangan swaminya di kala Aceh di landa konflik.

Bagaimana Menurut Anda?