Nelayan ini Harapkan Bantuan Dari Pemerintah Yang Baru Terpilih

11.039 dibaca
Nelayan ini Harapkan Bantuan Dari Pemerintah Yang Baru Terpilih
Sebuah Boat Berkapasitas 7 Gt,35 Ph, berukuran panjang 13 meter, dengan lebar 3 meter, jenis bantuan dari pemerintah sepuluh tahun lalu, untuk kelompok nelayan, kini sudah dua tahun rusak parah, dan hingga kini masih tersandar di dekat jembatan Matang Guru-Luengsa Madat Kabupaten Aceh Timur (Photo/Azhar/rabu/12/7)

BUANAINDONESIA.CO.ID, ATEH TIMUR – Sejumlah Nelayan Kurang mampu di wilayah perairan  Kuala Krueng Thoe, Sungai Belah(Sungo Blah), Sungai Rusa, Sungo Ringet kecamata  Mandat kabupaten Aceh Timur, mengharapkan kepada pemerintah yang baru terpilih agar memperhatikan kehidupan dan perekonomian mereka.

Selama ini perhatian pemerintah dinilai kurang maksimal dalam  membantu masyarakat nelayan.  Adapun bantuan baik pukat maupun kapal motor kepada para nelayan kurang mampu  tidak secara menyeluruh didapatkan. Karena ada sebagian nelayan yang kurang mampu tidak mengerti administrasi pembuatan kelompok nelayan.

“Kami tidak tahu bagaimana cara membentuk kelompok nelayan. Sedangkan yang mendapatkan bantuan biasanya nelayan yang sudah menjadi anggota kelompok nelayan,” ucap salah seorrang nelayan Gampong Luengsa Kecamatan Madat , Zulkifli Mahmud (45) yang akrap di sapa Wakdon, Senin(12/7/2017) kepada media ini.

Wakdon,  mengatakan, “puluhan tahun sudah  saya  menjadi nelayan namun belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ucapbnya menambahkan.

Kemudian pada tahun 2008. Semasa Irwandi Yusuf menjabat sebagai Gubernur Aceh. Kelompok Nelayan di daerahnya yang tergabung dalam  kelompok nelayan  “Lhoem Laot”  di ketuai Dahri.S  sapaan akrab Panglima Koleh mendapatkan sebuah Boat berukuran 13 meter, lebar 3 meter,  berkapasitas 7 Gt. 35 Ph,   “bantuan itu di berikan sepuluh tahun lalu, Namun kini sudah dua tahun rusak parah dan sudah tersandar  di sungai dekat jembatan Gampong Matang guru-Luengsa”, Ujar Ayah yang memiliki lima  orang anak ini. Saat di jumpai media ini.

Dikatakanya, untuk memperbaiki perahu bantuan yang kini telah rusak bisa membutuhkan biaya sekitar Rp 25 juta sementara penghasilan selama melaut hanya pas buat belanja dapur, “Sekarang saya dan rekan nelayan lainnya sudah dua tahun tidak melaut, jikapun ada, hanya sekali dalam seminggu, itupun bila ada rekan nelayan yang lain  mengajak menjaring ikan atau mancing, saya berharap kepada  Gubernur terpilih melalui dinas perikanan dan kelautan, Agar bisa membantu kami nelayan kurang mampu di Kecamatan Madat.” Ungkapnya

Sementara Itu, di tempat terpisah Samsil Azhar Keuchik gampong  Luengsa, Kec.Madat Aceh Timur, membenarkan hal tersebut, Samsol  mengatakan, “Nelayan kurang mampu  sangat membutuh perahu motor. Selama ini, banyak nelayan tidak memiliki perahu. Perahu yang mereka gunakan milik orang lain,” kata yang di dampingi seorang nelayan kamis (12/7/2017)

Samsol l menuturkan, perahu-perahu yang digunakan nelayan selama ini milik pengusaha. Penggunaan perahu tersebut berdasarkan bagi hasil antara nelayan dengan si yang punya boat atau sewa.

“Dengan sistem bagi hasil ini, nelayan tetap pada posisi dirugikan. Karena itu, kami berharap pemerintah membantu pengadaan perahu/Boat untuk nelayan kurang mampu,” Ucap Samsol

Selain itu Samsol juga menyoroti penyaluran bantuan untuk nelayan yang selama ini tidak tepat sasaran. Hal ini terjadi karena dalam perencanaan program bantuan tidak melibatkan masyarakat nelayan.

“Dalam perencanaannya, pihak dinas terkait tidak menjaring aspirasi masyarakat nelayan. Jadi, bantuan yang disalurkan banyak yang tidak sesuai seperti yang dibutuhkan,” Ujarnya.

Bagaimana Menurut Anda?