BUANAACEH.COM, ACEH TIMUR – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah di Propinsi Aceh, baik untuk Propinsi atau Kabupaten. Pilkada sudah di depan mata, informasi publik disetiap pelosok Desa dan Kota sudah kental terdengar, dengan pembicaraan siapa yang akan dipilih oleh mereka menjadi pemimpin di aceh untuk masa lima tahun ke depan, dan tentunya untuk masyarakat di Aceh telah ada pilihannya masing-masing.
Hal tersebut di Katakan Ketua umum Lembaga Acheh Future dalam pers rilis melalui whapshapp nya yang dikirimkan kepada wartawan media ini rabu 28 Desember 2016.
“Pemuda & mahasiswa yang di ketuai Fahrizal (26) tahun. Mahasiswa USUM Perguruan Tinggi Sumatera Utara, diselala kegiatan ngopi bareng bersama melakukan temu ramah dengan, ketua lembaga Acheh Future Razali Yusuf, yang akrap dengan sapaan Cek li, di sebuah caffe di perbatasan Aceh Timur – Aceh Utara, selasa, 27 Desember.
Dalam perbincangan tersebut mendapatkan banyak masukan, untuk mempertahankan kesolitan pemuda dan mahasiswa , supaya tidak golput dan menentukan pilihan sesuai hati nurani masyarakat aceh.” Tulis Cekli
“Fahrizal selaku Pemuda Idi, mengharapkan semua Pemuda dan mahasiswa Aceh Timur dalam pilkada mendatang. Supaya anti golput dan terus memberikan pemahaman yang positif kepada masyarakat,” kita harus mengambil peran yang cerdas dalam menentukan Pemimpin Aceh pada umumnya kedepan,”
Disamping itu tulis Razali Yusuf.
” LSM Acheh Future, salah satu lembaga yang pernah terlibat dalam pematauan Pilkada pada tahun 2012 yang lalu,”
Cek li menyaran kan pada Pemuda dan Mahasiswa supaya terus menjunjung tinggi nilai – nilai tridharma perguruan tinggi. Apalagi Aceh Timur adalah daerah yang memiliki potesi alam sangat melimpah, namun jika dalam satu hari salah memilih, maka akan rugi selama lima tahun kedepan.”
Razali menambahkan Pemuda dan Mahasiswa adalah agen perubahan Aceh, khususnya Aceh Timur yang jelas kedepan, kita berharap kepada kadidat kadidat yang akan bersaing, cipkanlah suasana damai, dan bersahabat, kita sebagai timses, jangan berlagak kadidat.
Musim Pilkada hanya sementara, jangan dengan hanya berbeda pandangan, tali persaudaraan terputus, bila ini terjadi, itu kesalahan besar dalam Agama.
Mari kita mulai dengan demokrasi, dan bemertabat, agar suara di peroleh benar benar bersih dan halal, tutup Razali Yusuf.









