BUANAACEH.COM, ACEH SINGKIL – Keserakahan kepala desa alur linci, Abu Salim sungguh sangat keterlaluan, pasalnya rumah pribadinya sendiri di jadikan sebagai kantor desa, ruang yang berukuran3X4 meter yang berlokasi di ruang belakang di jadikan kantor untuk aktifitas Pemerintahan Desa.
Menurut keterangan warga desa alur linci “rumah pribadi kepala desa tersebut di jadikan kantor desa sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2016, dengan cara disewakan, dengan dalih di gunakan untuk kantor Desa, besaran sewa sebesar 7 juta rupiah/tahun, dan petugas jaga malam kantor serta petugas kebersihan kantor masing-masing 6 juta rupiah per tahun. Ironisnya lagi warga menyebutkan bahwa, Dana untuk pembelian tiang bendera sudah dianggarkan sebesar Rp. 1.700.000 ribu rupiah namun, sampai hari ini tidak trealisasi” kata warga alur linci.
Sekertaris desa alur linci Wahyudin atau yang akrap disap manjung, ketika di konfirmasi, rabu 17 Januari 2017, disalah satu warung kopi milik warga, terkait informasi yang disampaikan masyarakat kepada awak media ini mengatakan “apa yang disampaikan oleh masyarakat tersebut benar ada nya, saya tidak bisa berbuat apa-apa, ungkapnya sambil mengeluh.
Menurut pantauan Media BUANAACEH, di desa alur linci, tiang bendera terpajang persisnya di depan rumah kepala.
Kepala desa alur linci Abu Salim ketika hendak dikonfirmasi terkait hal ini tidak berada di tempat ” pak kades pergi ke pesta di desa bulu ara” ungakap salah seorang warga alur linci.
Harapan masyarakat Desa alur linci agar pada tahun 2017 kantor desa tersebut dapat di pindahkan ke balai desa.








