Akibat Tumpahan Aspal Cair, Belasan Pengendara Sepmor di Cium Aspal

33.287 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, ACEH – Aspal cair ( Prime Coat ) milik PT. WIRATAKO tumpah di ruas jalan Provinsi, Desa Sianjo-anjo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, tepatnya di tikungan leter ‘S’ Lae Mbereng. Akibatnya ruas jalan berminyak dan licin, sehingga sering menyebabkan gangguan fungsi jalan, serta Kecelakaan Lalu Lintas yang mengakibatkan luka-luka, dan Kerusakan sepeda motor korban. 

Menurut warga setempat, kejadian tumpahnya aspal cair milik PT. WIRATAKO, pada hari Minggu tanggal 26 Maret 2017, kemaren siang saat mereka hendak mengerjakan pengaspalan pada jembatan Lae Mbereng.

“Kejadian tumpahnya aspal itu kemaren siang, mulai dari jam 4 sore sampai malamnya ada belasan pengedara sepeda motor yang jatuh. Diantaranya yang saya kenal bg Muis, mandor himpak, dan Ali”. Ucar warga yang namanya tidak mau disebutkan namanya.

Kronologis tumpahnya aspal cair itu, tambahnya, ketika mereka hendak menyemprotkan aspal cair pada bagian Jembatan yang akan di aspal. ditanjakan itu mereka memutar mobil yg membawa aspal cair, karena kondisi tempatnya berputar agak miring, lalu aspalnya pun tumpah di jalan, selama itu mereka membiarkan saja tanpa dipasang tanda lokasi jalan sedang bahaya (Rawan Untuk Dilewati). Setelah banyak menelan korban barulah di kasih pelepah sawit sebagai rambu-rambu dibagian jalan yang terkena aspal cair, itu juga sebagian warga setempat yang memasangnya, ungkap salah seorang warga setempat.

Muis ( warga Tunas harapan ) salah satu korban akibat tumpahnya aspal cair itu menyebut. Mereka kecelakaan sekitar pukul 16:00 WIB, dia juga mengungkapkan rasa kesal juga kekecewaan terhadap kontraktor itu ( PT WIRATAKO-RED).

“Dasar perusahaan yang hanya memikirkan keuntungan pribadi tanpa memikirkan keselamatan masyarakat lain sebagai pengguna jalan, sudah tau aspal cairnya tumpah di jalan, bukannya dipasang rambu – rambu. ehh, malah dibiarkan begitu saja. Apa dia gak lihat jalan itu tikungan berbahaya?”. Cetusnya.

Ibrahim Manik alias Uccal ( warga tanah bara ), yang  juga korban kecelakaan dari tumpahnya aspal cair tersebut ( Kecelakaan sekitar pukul 18:30 WIB menjelang Maghrib ). berharap, agar pihak kontraktor memperhatikan para korban – korban yang Na’as akibat tumpahnya aspal cair itu.

Selain Ucal dan Istrinya, anaknya yang baru berumur sekitar dua tahun juga luka-luka pada bagian kaki, punggung dan pipi sebelah kiri.

Sementara itu, Pihak Rekanan, Pimpinan Perusahaan PT WIRATAKO, untuk proyeknya yang ada di wilayah Aceh Singkil dan Sekitarnya, yang akrab dipanggil dengan sebutan Pak Heri, berkali-kali dihubungi buanaaceh, baik melalui nomor telpon maupun Wahst App nya, belum ada jawaban hingga berita ini terbit.

Menurut informasi yang diperoleh, tidak ada korban jiwa akibat tumpahan aspal cair tersebut.

Bagaimana Menurut Anda?