BUANAINDONESIA.CO.ID, ACRH UTARA – Ribuan massa dari berbagai daerah padati pelaksanaan peringatan Hari Wafatnya pahlawan nasional Cut Nyak Mutia, kegiatan tersebut dilaksanakan di adat Pahlawan Nasional itu, tepatnya di desa Pirak Mesjid, Kecamatan Matangkuli Kabupaten, Aceh Utara Minggu (22/10/2017)
Amatan media di lokasi kegiatan, tampak hadir Kolonel Inf Husen, mewakili Pangdam Iskandar Muda, Drs Abdul Karim M.si, Ozy Syahputra dari Jakarta, forkopimda Aceh Utara, Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji SIK, Dandim Aceh Utara, keluarga dari Cut Nyak Mutia baik yang berada di daerah maupun yang berada di luar daerah, serta ribuan undangan yang memadati arena acara tersebut.
Tgk Muslim At Thahiri Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, kepada awak Media menyebutkan, kegiatan tersebut tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga Cut Mutia dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, muslim menambahkan, dengan terlaksananya acara pada hari ini kita berharap pemerintah membangun jalan menuju makam Cut Nyak Mutia yang sampai saat ini masih terisolir.
“Niat masyarakat Aceh sangat antusias untuk berziarah ke makam Cut Nyak Mutia, karena itu merupakan situs sejarah yang paling berharga untuk masyarakat dan generasi bangsa kedepan, dari itu dirinya berharap agar pemerintah secepatnya membangun jalan akses menuju ke makam tersebut, agar situs bersejarah itu dapat dilestarikan oleh masyarakat baik yang berada di Aceh maupun yang berada diluar Aceh, ungkapnya.
Amanat Gubenur Aceh Drh Irwandi Yusuf, yang di bacakan oleh Drs Abdul Karim M.si, yang saat ini menjabat sebagai tim ahli Gubenur Aceh, bagian SDM, dan Keistimewaan,menyebutkan, acara ini sebagai wujud penghormatan, dan kebanggaan masyarakat Aceh, serta sekaligus Do,a yang kita persembahkan kepada Cutnyak Mutia, untuk mengenang jasa beliau dalam mempertahankan keutuhan Negara yang kita cintai ini.
Ia menambahkan, jadikan momentum ini sebagai langkah bagi kita untuk meneruskan perjuangan beliau, dalam membangun Aceh menjadi Negeri Baldatun Taibatu Warabbun Ghafur, Cut Nyak Mutia merupakan salah seorang pahlawan kebanggaan masyarakat Aceh, yang kepimpinannya harus kita pelajari, kita kembangkan, dan kita amalkan di dalam kehidupan sekarang ini,
“Sejak usia remaja beliau telah menunjukkan sikap keras serta menentang penjajahan Belanda, perjuangan tersebut semakin meningkat Semenjak beliau menikah dengan Teuku Chik Muhammad, yang lebih dikenal dengan Teuku Chik di tunong, keduanya kemudian saling bahu membahu memimpin pasukan untuk melawan penjajahan.
Pada Bulan Maret 1905, tertangkap dan di eksekusi oleh penjajah Belanda, Namun demikian tidak pernah menyerah dan selalu melakukan perlawanan, bahkan ia mengambil alih kepemimpinan untuk mengobarkan perang di seluruh Aceh untuk perlawanan Belanda pada saat itu, perjuangan beliau berakhir dalam sebuah pertempuran sengit di kawasan Krung Keureutoe pada bulan Oktober 1910, dimana Cut Nyak Mutia bersama sejumlah pasukan Syahid dalam peperangan. Oleh pemerintah Indonesia menobatkan Cut Nyak Mutia merupakan pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia. Pada 2 Mei 1964, Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106.
Belajar dari semangat perjuangan Cut Nyak Mutia, banyak sekali pencerahan hidup yang dapat kita petik, dan kita jadikan pedoman dalam kehidupan kita,” salah satunya semangat pantang menyerah, dalam ketidak Adilan dan pelanggaran terhadap ajaran di dalam Agama Islam, Prinsipnya yang tegas dalam menegakkan kedaulatan dan moral bangsa, juga Cut Nyak Mutia senantiasa memegang teguh prinsip melawan segala bentuk arti penindasan, bahkan tak hanya menunjukkan perlawanan terhadap penindasan, serta siapapun yang mendukung terhadap penindasan tersebut.
Acara peringatan Haul di akhiri dengan penyerahan Cendera mata untuk masyarakat setempat, dari Keluarga besar Cut Nyak Mutia Kepada masyarakat setempat melalui Kepala desa Pirak Mesjid.








